Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Mei 2026 | Jakarta, 7 Mei 2026 – Ketegangan antara dua ikon musik Tanah Air kembali mengemuka setelah Ahmad Dhani mengkritik terbuka mantan istrinya, Maia Estianty, pada unggahan media sosial yang memicu perdebatan hangat. Dhani menuduh Maia menampilkan “akting terburuk” dalam sebuah drama keluarga yang terjadi saat acara siraman El Rumi, adik Shafeea Ahmad, di Bali. Reaksi Maia Estianty, yang muncul di beberapa platform, menonjolkan sikap berkelas dan mengedepankan ketenangan, sementara istri Irwan Mussry, yang juga hadir dalam perayaan, tampak cuek dan tidak memberi komentar publik.
Insiden dimulai ketika Dhani mengunggah foto putrinya, Safeea, dari belakang saat prosesi siraman. Di keterangan foto, ia menulis bahwa Safeea menangis karena menyaksikan “drama” yang diciptakan Maia. Tidak lama kemudian, Dhani menambahkan tuduhan bahwa Maia berusaha memposisikan diri sebagai korban, bahkan menyinggung dugaan perselingkuhan lama yang melibatkan tokoh televisi. Unggahan tersebut menuai ribuan komentar, sebagian besar menuntut klarifikasi dari Maia.
Maia Estianty menanggapi dengan pernyataan singkat namun tegas melalui akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan mengajak publik untuk tidak terjebak dalam “sensasi negatif” yang hanya memperkeruh hubungan keluarga. “Saya menghargai setiap orang untuk menjaga kehormatan keluarga masing-masing. Saya tidak akan terjebak dalam drama yang tidak perlu,” tulis Maia, menutup pernyataannya dengan emoji hati. Sikap tersebut dianggap banyak netizen sebagai contoh kedewasaan dalam menghadapi provokasi.
Sementara itu, Irwan Mussry, yang baru-baru ini mengumumkan pernikahan putrinya, El Rumi, dengan Syifa Hadju di Bali, hadir bersama istri yang dikenal sebagai sosok publik yang jarang mengeluarkan komentar. Istri Irwan, yang tidak disebutkan namanya secara publik, tetap berada di belakang layar selama konferensi pers dan wawancara media. Ketika ditanya tentang insiden Dhani‑Maia, ia hanya mengangguk singkat dan melanjutkan pembicaraan tentang persiapan acara pernikahan, menandakan sikap cuek yang menambah spekulasi publik.
Kejadian selanjutnya menarik perhatian ketika akun Instagram Ahmad Dhani tiba-tiba menghilang pada 3 Mei 2026. Pengikutnya mendapati profil kosong tanpa postingan, foto, atau daftar pengikut. Ari Lasso, sahabat Dhani, memposting pertanyaan di Instagramnya mengenai hilangnya akun tersebut, menimbulkan dugaan adanya pembungkaman digital atau tindakan teknis yang disengaja. Manajemen Dhani membantah semua spekulasi, menyatakan bahwa akun tersebut tidak sengaja di-nonaktifkan.
Reaksi publik terbagi. Sebagian netizen memuji Maia Estianty karena tidak terprovokasi, sementara yang lain menilai sikap istri Irwan Mussry sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap isu penting yang melibatkan keluarga selebriti. Di sisi lain, pendukung Dhani berpendapat bahwa ia berhak mengungkapkan rasa sakit hati sebagai seorang ayah yang melihat putrinya terpengaruh oleh konflik publik.
Para pengamat media menilai bahwa dinamika ini mencerminkan perubahan cara selebriti mengelola konflik di era digital. Penggunaan platform media sosial untuk mengekspresikan keluhan pribadi kini menjadi sorotan, terutama ketika melibatkan anggota keluarga. “Kita melihat pergeseran dari pernyataan resmi melalui konferensi pers ke pernyataan singkat di Instagram. Ini menuntut strategi komunikasi yang lebih cepat dan terukur,” ujar seorang pakar komunikasi publik.
Di tengah situasi ini, Shafeea Ahmad, putri Dhani yang menjadi subjek utama unggahan, tetap melanjutkan kegiatannya tanpa menanggapi secara langsung. Menurut pernyataan Dhani pada 6 Februari 2026 di Kemang, Jakarta, Shafeea berada dalam kondisi baik dan tidak mengalami dampak psikologis yang signifikan. Ia juga menutup kolom komentar pada unggahan Instagramnya untuk menghindari provokasi lebih lanjut.
Kesimpulannya, konflik antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty telah menampilkan dua pola respons yang berbeda: satu mengedepankan ketegasan berkelas, satunya lagi memilih untuk tidak terlibat secara publik. Kedua pendekatan tersebut mencerminkan kebijakan pribadi masing-masing tokoh dalam melindungi reputasi dan keharmonisan keluarga, sekaligus menunjukkan bagaimana publik menilai sikap selebriti di era media sosial yang serba cepat.











