Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juni 2026 | Peluang Bank Indonesia untuk kembali menaikkan suku bunga ke depannya masih terbuka, terutama jika kebijakan moneter Amerika Serikat terus bergerak lebih ketat. Pada 18 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Total pengetatan kebijakan moneter telah mencapai 100 bps atau menjadi yang tertinggi sejak April 2025.
Tim makro Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) menilai keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi dan menunjukkan komitmen BI untuk menjaga stabilitas ekonomi makro di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, tekanan inflasi yang meningkat, serta volatilitas nilai tukar rupiah. Pada 17 Juni 2026, rupiah menguat ke level Rp17.730 per dolar AS, atau sekitar 0,76% lebih kuat dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2026.
Di tengah berbagai tekanan global, pasar keuangan Indonesia menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,07% ke level 6.007,62. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga terapresiasi 0,61% ke posisi Rp 17.865 per dolar AS.
Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas, Reyhan Pratama, mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki ruang penguatan menuju level 6.700 dalam beberapa bulan mendatang. Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek setelah reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Tim riset Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal prospek IHSG dalam jangka pendek masih relatif positif. Indeks berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan yang mengindikasikan perubahan tren menuju fase yang lebih konstruktif. Selain itu, indikator MACD masih menunjukkan histogram positif yang terus meningkat, menandakan momentum penguatan belum sepenuhnya berakhir.
Kesimpulan, IHSG masih memiliki peluang untuk naik ke level 6.700, tetapi investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek. Selain itu, peluang BI untuk kembali menaikkan suku bunga masih terbuka, terutama jika kebijakan moneter Amerika Serikat terus bergerak lebih ketat.









