Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Mei 2026 | Saham emas menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin banyak diminati investor di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga emas dunia sepanjang 2025 hingga 2026. Ketika inflasi meningkat, suku bunga berubah, dan pasar keuangan bergejolak, sektor emas sering dianggap sebagai aset safe haven atau pelindung nilai karena harganya cenderung bertahan bahkan naik saat kondisi ekonomi tidak stabil.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir merah gelap pada perdagangan akhir pekan, Jumat (8/5/2026). Indeks komposit yang cenderung sideways di sesi pagi, mendadak rontok hingga 204,92 poin atau 2,8% ke level 6.969,39. IHSG mengakhiri laju positif dalam beberapa hari terakhir. Meski sempat menguat saat dibuka tadi pagi, perjalanan IHSG sepanjang hari cenderung berada di zona merah.
Level terendah harian berada di 6.969 dan tertingginya di 7.186. Derasnya aksi jual pada menyebabkan 575 saham rontok harganya. Hanya 133 saham yang menguat dan sisanya 108 saham stagnan. Dikutip dari RTI Business app, volume perdagangan total akhir pekan ini 56,34 miliar saham, nilai transaksi Rp36,09 triliun, dan frekuensi 2,82 juta kali.
Tiga Saham Big Bank Transaksi Tinggi Harga Melorot. Saham BMRI paling banyak dibuang dengan nilai transaksi Rp1,7 triliun dan harganya susut 0,22% ke Rp4.630. Berikutnya BBCA mencetak nilai transaksi Rp1,3 triliun tapi harga sahamnya turun 0,8% menjadi Rp6.175. Aksi jual masif juga dicatat BBRI senilai Rp1,1 triliun dan harga anjlok 1,51% ke Rp3.260.
Saham dengan value perdagangan tinggi tapi jeblok berikutnya adalah MDKA, TINS, BUMI, BRPT, ANTM, BNBR, PTRO, dan AMMN. Daftar Saham Kinclong juga menjadi perhatian investor.
Bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor emas, terdapat beberapa emiten tambang emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten-emiten tersebut antara lain MDKA, TINS, dan ANTM. Emiten-emiten ini memiliki prospek yang cerah di masa depan karena permintaan emas yang terus meningkat.
Kesimpulan, saham emas menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan kenaikan harga emas dunia, sektor emas diharapkan dapat menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif di tahun 2026. Investor perlu melakukan analisis yang tepat sebelum melakukan investasi di sektor emas.











