Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.425 per Dolar AS, Prabowo Panggil Purbaya dan Gubernur BI untuk Tindakan Cepat

×

Rupiah Tembus Rp17.425 per Dolar AS, Prabowo Panggil Purbaya dan Gubernur BI untuk Tindakan Cepat

Share this article

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah kembali menekan batas psikologis pada Selasa pagi, mencatat level Rp17.425 per dolar AS. Kenaikan ini memicu reaksi keras dari kalangan politik dan ekonomi, termasuk panggilan langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang selanjutnya melibatkan Menteri Keuangan Purbaya dan Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menanggapi tekanan nilai tukar.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya, penurunan nilai tukar tidak dapat dibiarkan berlarut jika fondasi ekonomi tetap kuat. Ia menegaskan bahwa perbaikan nilai tukar tidak terlalu sulit selama kebijakan fiskal dan moneter tetap terkoordinasi. Purbaya menambahkan, “Jika fondasi ekonomi bagus, tidak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,” menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan terperinci mengenai langkah-langkah yang sedang dipersiapkan. Pemerintah berencana memperkuat kerja sama swap currency dengan negara‑negara seperti China, Jepang, dan Korea, sekaligus mendiversifikasi instrumen pembiayaan melalui penerbitan surat berharga dalam berbagai mata uang. “Kami menyiapkan strategi pembiayaan yang fleksibel, termasuk surat berharga berdenominasi yuan atau yen, untuk mengurangi tekanan pada dolar AS,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menyoroti faktor musiman yang berperan signifikan. Permintaan dolar meningkat tajam menjelang musim haji, ketika jutaan jemaah memerlukan mata uang asing untuk perjalanan ibadah. Selain itu, kuartal kedua biasanya diwarnai dengan pembayaran dividen perusahaan, menambah beban permintaan dolar di pasar domestik. “Seasonal demand, baik karena haji maupun dividen, memperkuat dolar dan menekan rupiah,” jelasnya.

Presiden Prabowo, yang menyaksikan perkembangan ini dari Istana, menekankan urgensi koordinasi cepat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Dalam percakapan telepon, Prabowo meminta Purbaya dan Gubernur BI, Perry Warjiyo, untuk menyusun paket kebijakan yang dapat menstabilkan nilai tukar dalam waktu singkat. Prabowo menambahkan, “Kita harus memastikan pasar tidak kehilangan kepercayaan, karena kepercayaan adalah fondasi utama nilai tukar yang stabil.”

Perry Warjiyo, Gubernur BI, menanggapi dengan menegaskan kesiapan bank sentral dalam menyesuaikan kebijakan suku bunga dan intervensi pasar valuta asing bila diperlukan. Ia menekankan bahwa BI terus memantau aliran modal dan likuiditas, serta siap menyesuaikan cadangan devisa untuk menahan volatilitas berlebih.

Berbagai analis ekonomi menilai bahwa tekanan eksternal, terutama kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat, turut memperparah situasi. Dolar AS menguat secara global karena ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, sementara geopolitik Timur Tengah meningkatkan permintaan aset safe‑haven, yang juga menambah nilai dolar.

Berikut rangkuman langkah kebijakan yang dibahas oleh Purbaya dan Airlangga:

  • Penguatan swap currency dengan China, Jepang, Korea, dan mitra strategis lainnya.
  • Penerbitan surat berharga berdenominasi mata uang asing untuk diversifikasi sumber pembiayaan.
  • Penyesuaian kebijakan suku bunga BI jika diperlukan untuk menstabilkan pasar.
  • Pengawasan ketat aliran modal masuk dan keluar, serta penggunaan cadangan devisa secara strategis.

Secara keseluruhan, meski nilai tukar rupiah berada pada level terendah dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta dukungan politik dari Presiden Prabowo menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan nilai tukar yang dipengaruhi oleh faktor domestik dan global.

Ke depannya, pemantauan terus-menerus terhadap dinamika pasar, kebijakan luar negeri, serta faktor musiman seperti musim haji akan menjadi fokus utama. Jika kebijakan yang diambil dapat dijalankan secara konsisten, para pakar optimis bahwa rupiah dapat kembali menguat dalam jangka menengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *