Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Mei 2026 | Prajogo Pangestu, konglomerat nomor satu di Indonesia, mengalami penurunan kekayaan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini disebabkan oleh pengumuman rebalancing MSCI yang membuat saham-saham Grup Barito, seperti BREN, TPIA, dan CUAN, mengalami pelemahan.
Menurut data terbaru Forbes Real Time Billionaires, total kekayaan Prajogo turun 8,55% atau sekitar US$ 1,6 miliar selama perdagangan saham kemarin. Artinya, ia kehilangan sekitar Rp 28,36 triliun dalam sehari.
Prajogo Pangestu saat ini memiliki total kekayaan sebesar US$ 17 miliar atau Rp 301,41 triliun dan berada di posisi ke-164 orang terkaya di dunia. Jumlah ini hanya sedikit lebih tinggi dari orang terkaya kedua di Indonesia, Low Tuck Kwong, yang berada di peringkat ke-167 dunia.
Penurunan kekayaan Prajogo ini semakin terlihat jika dibandingkan dengan puncak kekayaannya pada 2024. Pada 2024, kekayaan Prajogo diperkirakan mencapai US$ 43,4 miliar atau setara Rp 769,48 triliun. Dengan demikian, total penurunan kekayaannya mencapai sekitar US$ 26,4 miliar atau Rp 468,07 triliun.
Sementara itu, IHSG juga mengalami penurunan yang signifikan, dengan penurunan 3,08% dalam sepekan terakhir. Hal ini disebabkan oleh outflow investor asing dan pelemahan saham-saham tertentu.
Namun, ada beberapa saham yang mengalami penguatan, seperti saham BBRI yang menguat 0,7% ke level Rp3.090. Penguatan ini disebabkan oleh aksi beli bersih investor asing yang mencapai Rp52,22 miliar.
Dalam kesimpulan, penurunan kekayaan Prajogo Pangestu dan IHSG menunjukkan bahwa situasi ekonomi saat ini masih belum stabil. Namun, ada beberapa saham yang masih memiliki potensi untuk mengalami penguatan.











