Ekonomi

Pengunduran Dirinya Perry Warjiyo: Apa yang Terjadi Selanjutnya pada Perekonomian Indonesia?

×

Pengunduran Dirinya Perry Warjiyo: Apa yang Terjadi Selanjutnya pada Perekonomian Indonesia?

Share this article

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Agustus 2026 | Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 26 Juli 2026 menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Perry Warjiyo mundur karena alasan pribadi, bukan karena faktor kesehatan. Sesuai ketentuan, posisi Perry untuk sementara diisi Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, hingga gubernur definitif terpilih.

Mundurnya Perry menambah daftar pergantian pejabat di sektor keuangan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan gejolak pasar keuangan. Sebelumnya, Sri Mulyani mundur sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, setelah menjabat sejak 2016. Pergantian kemudian berlanjut ketika Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga mundur pada 30 Januari 2026.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai pengunduran diri Perry di tengah gejolak ekonomi memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar. "Mengingat Pak Perry tidak menyampaikan sendiri pengunduran dirinya, nampaknya beliau diminta mundur. Paling tidak itu yang dipercaya pasar dan dunia usaha," kata Wijayanto.

Menurut Wijayanto, kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran sebagian kalangan terhadap independensi Bank Indonesia di tengah dominasi kebijakan fiskal. "Sebagian kalangan bahkan khawatir presiden akan mendorong rezim capital control, sehingga harus dipilih gubernur baru," ujarnya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai pelemahan ekonomi saat ini lebih banyak dipicu pelebaran defisit fiskal, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). BI, kata dia, tak bisa sepenuhnya disalahkan atas kemerosotan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto akan menetapkan nama Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif pada pekan ini. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti merupakan calon kuat nakhoda baru bank sentral Indonesia. Kansnya cukup besar karena saat ini Destry dipercaya jadi Pejabat Sementara Gubernur BI.

Penunjukan Destry melalui rapat dewan gubernur BI pada 26 Juli 2026 atau sehari setelah Perry mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo. Destry sudah dua periode terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior BI, yakni periode 2019-2024 kemudian berlanjut periode 2024-2029.

Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,61%. Pertumbuhan ekonomi yang melambat ini disebabkan oleh harga bahan bakar yang lebih tinggi yang mempengaruhi permintaan domestik dan eksternal.

Kesimpulan, pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Pemerintah perlu menetapkan nama Gubernur Bank Indonesia definitif untuk mengembalikan kepercayaan pelaku pasar. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti merupakan calon kuat nakhoda baru bank sentral Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *