Ekonomi

Net Sell Asing Rp 80 Triliun Ytd, Kapan Capital Outflow di RI Bakal Mereda?

×

Net Sell Asing Rp 80 Triliun Ytd, Kapan Capital Outflow di RI Bakal Mereda?

Share this article
Net Sell Asing Rp 80 Triliun Ytd, Kapan Capital Outflow di RI Bakal Mereda?
Net Sell Asing Rp 80 Triliun Ytd, Kapan Capital Outflow di RI Bakal Mereda?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 31 Juli 2026 | Investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia. Kendati demikian, analis menilai tekanan arus modal keluar (capital outflow) berpotensi mereda apabila siklus kebijakan moneter ketat atau hawkish di negara-negara maju mulai berakhir.

Hawkish adalah sikap bank sentral yang mempertahankan kebijakan moneter ketat, seperti menaikkan atau menahan suku bunga di level tinggi untuk menekan inflasi. Kebijakan ini umumnya membuat investor lebih berhati-hati karena likuiditas berkurang dan biaya pinjaman meningkat, sehingga menekan minat terhadap aset berisiko, termasuk saham.

Sejak awal tahun (year to date) hingga perdagangan Selasa (28/7), investor asing membukukan aksi jual bersih mencapai Rp 80 triliun. Pada perdagangan hari ini saja, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,1 triliun.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, tekanan capital outflow berpotensi mulai mereda apabila pasar memperoleh kepastian bahwa siklus kebijakan moneter ketat global benar-benar telah berakhir.

Menurut dia, ketika bank sentral utama terutama Federal Reserve (The Fed) di AS mulai beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif, selisih imbal hasil (yield differential) antara negara maju dan negara berkembang akan kembali menarik. Kondisi tersebut berpotensi mendorong arus modal asing kembali masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Nafan mengatakan, investor asing tidak hanya mempertimbangkan arah suku bunga global. Mereka juga mencermati stabilitas nilai tukar rupiah, prospek pertumbuhan ekonomi, konsistensi kebijakan pemerintah, likuiditas pasar, hingga perkembangan reformasi di pasar modal Indonesia.

Karena itu, berakhirnya fase hawkish memang menjadi katalis positif, tetapi belum tentu otomatis menghentikan capital outflow apabila faktor-faktor domestik belum sepenuhnya mendukung.

Ia memperkirakan volatilitas arus dana asing masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Meski begitu, jika ketidakpastian global mulai mereda dan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, peluang terjadinya net foreign inflow akan semakin besar pada paruh kedua tahun ini.

Pada pekan ini, pelaku pasar tengah menantikan keputusan moneter The Fed. Imbasnya investor bersikap lebih berhati-hati dalam menentukan keputusan investasi.

Bloombergs Economics memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, tetapi menyampaikan nada yang lebih Hawkish.

Sementara itu, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) tengah menjajaki pembicaraan dengan perusahaan yang berpotensi melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada semester II 2026.

Namun demikian, seluruh pembahasan masih berada pada tahap awal sehingga belum ada calon emiten yang dapat diumumkan.

Direktur Trimegah Sekuritas, Anung Rony Hascaryo mengatakan, pihaknya masih aktif berdiskusi dengan sejumlah perusahaan yang mempertimbangkan IPO.

Menurutnya, masih banyak perusahaan yang akan memanfaatkan skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) maupun penerbitan obligasi baru yang saat ini tengah menunggu proses praefektif.

Trimegah Sekuritas telah mengantarkan dua perusahaan melantai di BEI, yaitu PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).

Anung menilai saham-saham IPO tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik bagi investor, terutama investor ritel.

Pasalnya, saham yang baru melantai di bursa kerap memberikan potensi kenaikan harga pada awal perdagangan.

Kedua IPO yang ditangani Trimegah Sekuritas sepanjang tahun ini juga sempat mencatatkan kenaikan harga setelah resmi diperdagangkan.

Kendati demikian, pergerakan selanjutnya tetap mengikuti mekanisme pasar dan dipengaruhi kondisi bursa secara keseluruhan.

Sebagai kesimpulan, tekanan capital outflow di Indonesia berpotensi mereda jika siklus kebijakan moneter ketat global berakhir dan faktor-faktor domestik mendukung. Sementara itu, Trimegah Sekuritas tengah menjajaki pembicaraan dengan perusahaan yang berpotensi melakukan IPO pada semester II 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *