Ekonomi

Kurs Rupiah Tembus 17.500 per USD, Ini Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-Hari

×

Kurs Rupiah Tembus 17.500 per USD, Ini Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-Hari

Share this article
Kurs Rupiah Tembus 17.500 per USD, Ini Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-Hari
Kurs Rupiah Tembus 17.500 per USD, Ini Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-Hari

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level psikologis Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama melalui kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Menurut analis, pelemahan rupiah memiliki dampak yang relatif cepat terhadap harga barang yang dikonsumsi masyarakat. Perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor akan mengalami kenaikan biaya produksi. Meski awalnya masih bisa menggunakan stok lama, pada akhirnya penyesuaian harga sulit dihindari.

Masyarakat akan mulai merasakan dampaknya dalam bentuk harga kebutuhan pokok yang meningkat, biaya transportasi yang naik, hingga harga produk kesehatan yang ikut terdampak. Kenaikan harga tersebut dinilai bisa mulai terasa dalam rentang waktu satu hingga beberapa bulan setelah pelemahan kurs berlangsung.

Selain berdampak terhadap masyarakat, pelemahan rupiah juga memberi tekanan terhadap anggaran negara, terutama pada sektor yang sensitif terhadap kurs dolar AS. Subsidi energi menjadi salah satu pos yang paling terdampak karena Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap komponen impor energi.

Utang luar negeri pemerintah juga menjadi lebih mahal karena pembayaran pokok dan bunga dalam rupiah ikut meningkat saat kurs dolar menguat. Ketika ruang fiskal terserap untuk subsidi dan utang, maka fleksibilitas pemerintah untuk membiayai sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, atau perlindungan sosial menjadi terbatas.

Pemerintah mengambil langkah konkret untuk meredam tekanan nilai tukar rupiah yang kini menyentuh Rp17.500 per USD. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.

Rupiah melemah 69 poin ke Rp17.483 karena harapan damai AS-Iran meredup dan harga minyak tinggi. Nilai tukar rupiah pada puku 11.50 WIB kembali melemah, USD mencapai Rp 17.493,45.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan Panda Bonds di China untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Bank Indonesia (BI) memastikan pergerakan nilai tukar rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini yang dipicu oleh faktor global dan musiman.

Pemerintah bakal menempuh sejumlah langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas kurs rupiah di tengah tekanan dinamika global. Namun, kondisi tersebut menempatkan Bank Indonesia dalam posisi dilematis antara menjaga stabilitas nilai tukar dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *