Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juni 2026 | Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (18/6/2026). Rupiah dibuka melemah 96 poin ke level 17.845 per dolar AS, namun kemudian menguat ke level 17.858 per dolar AS.
Menurut analis Doo Financial, Lukman Leong, rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-on dan penurunan harga minyak mentah dunia.
Sementara itu, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana melihat bahwa tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari hasil rapat FOMC yang menunjukkan arah kebijakan The Fed lebih ketat dari perkiraan pasar.
Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan domestik, khususnya hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) serta evaluasi indeks MSCI terhadap Indonesia yang berlangsung hari ini.
Nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Federal Reserve, yang membuka peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah telah mengalami fluktuasi terhadap dolar AS, dengan meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah dan pelemahan indeks dolar AS menjadi katalis positif bagi mata uang Garuda.
Kurs dolar AS di beberapa bank besar di Indonesia, seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI, juga mengalami perubahan, dengan rupiah menguat terhadap dolar AS.
Dalam jangka pendek, rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran 17.700-18.100 per dolar AS, dengan pergerakan rupiah didorong sentimen eksternal dan domestik.
Kesimpulan, kurs dolar AS terhadap rupiah mengalami fluktuasi, dengan rupiah menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah dan pelemahan indeks dolar AS.









