Ekonomi

Jakarta Menuju Kota Global: Dari Branding Hingga Penataan Ruang

×

Jakarta Menuju Kota Global: Dari Branding Hingga Penataan Ruang

Share this article
Jakarta Menuju Kota Global: Dari Branding Hingga Penataan Ruang
Jakarta Menuju Kota Global: Dari Branding Hingga Penataan Ruang

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Agustus 2026 | Gubernur Pramono Anung menargetkan Jakarta masuk 50 besar kota global pada 2030 dan berada dalam jajaran Top 20 Global City pada 2045. Namun, bagi Pemprov DKI, target tersebut bukan sekadar soal peringkat dunia, melainkan bagian dari upaya membangun Jakarta sebagai kota yang nyaman dihuni dan mampu bersaing di tingkat global.

Atika Nur Rahmania, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyampaikan, transformasi tersebut diarahkan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang mampu menarik investasi, melahirkan inovasi, menjadi rumah bagi talenta terbaik, sekaligus memberikan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.

“Karena itu, identitas yang ingin kami bangun bukan sekadar sebagai ibu kota administratif, melainkan sebagai global business city yang livable, inovatif, sustainable, dan globally connected,” ujar Atika.

Berdasarkan kajian Jakarta RISE #20, Jakarta memiliki modal yang kuat untuk mewujudkan visi tersebut. Sebagai penyumbang sekitar 17 persen produk domestik bruto (PDB) nasional, Jakarta telah menjadi pusat jasa keuangan, perdagangan, pemerintahan, bisnis, ekonomi digital, sekaligus gerbang Indonesia menuju pasar global.

Untuk mencapai visi tersebut, terdapat tiga isu utama yang menjadi fokus pembangunan. Pertama, memperkuat Jakarta sebagai pusat ekonomi berbasis inovasi dan jasa bernilai tambah tinggi melalui pengembangan ekosistem talenta, riset, perusahaan global, startup, dan investasi.

Kedua, menghadirkan kota yang nyaman untuk ditinggali melalui penguatan transportasi publik, ruang terbuka hijau, lingkungan yang sehat, keamanan, budaya, dan pelayanan publik modern.

Ketiga, memperkuat posisi Jakarta sebagai hub internasional Indonesia melalui peningkatan konektivitas global, diplomasi kota, penyelenggaraan berbagai agenda internasional, serta penguatan iklim investasi.

Transformasi menuju kota global ini pun dilakukan secara terukur. Selain menggunakan indikator pembangunan daerah, Atika mengatakan, pihaknya mengadopsi berbagai standar internasional sebagai acuan untuk mengevaluasi daya saing Jakarta dibandingkan kota-kota besar dunia.

“Salah satu indikator utama yang digunakan adalah Global Cities Index (GCI) yang diterbitkan Kearney. Indeks tersebut mengukur lima dimensi utama, yakni aktivitas bisnis, sumber daya manusia, pertukaran informasi, pengalaman budaya, serta keterlibatan politik,” terangnya.

Hasilnya menunjukkan tren yang positif. Pada Global Cities Index 2025, posisi Jakarta meningkat dari peringkat 74 pada 2024 menjadi peringkat 71 dunia. Kenaikan ini menjadi sinyal penting karena berhasil membalikkan tren penurunan yang terjadi selama sekitar satu dekade sebelumnya.

Sementara itu, Nadiem Anwar Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, hadir dalam sidang banding kasus Chromebook. Ia menyatakan optimistis proses banding akan membuka kembali fakta-fakta persidangan yang menurutnya belum tergali pada tingkat pertama di Pengadilan Negeri.

Di bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa terdapat 13.297 kasus leprosy yang ditemukan melalui program pemeriksaan kesehatan gratis pada 2026. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa leprosy masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diatasi karena banyak masyarakat yang masih menganggap leprosy sebagai kutukan.

Dalam upaya membangun Jakarta sebagai kota global, Pemprov DKI berencana meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program pembangunan. Salah satu program yang dilakukan adalah peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah mengalami kemajuan pesat dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi, infrastruktur, dan kualitas hidup. Namun, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai visi Jakarta sebagai kota global.

Oleh karena itu, Pemprov DKI perlu terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat daya saing Jakarta di kancah global. Dengan demikian, Jakarta dapat menjadi kota yang nyaman dihuni dan mampu bersaing di tingkat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *