Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bergerak konsolidasi pada perdagangan Selasa (11/8). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) hingga PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
Aanalisis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, tren utama IHSG dalam jangka pendek masih bullish selama indeks tidak turun di bawah level 6.300. Menurut dia, IHSG telah menembus level resistance 6.459 pada perdagangan Senin (10/8). Kondisi tersebut membuat IHSG semakin dekat dengan target Fibonacci berikutnya di level 6.545.
Ivan juga menyarankan untuk memperhatikan level support IHSG yang berada di level 6.300, 6.212, 6.138 dan 6.020 sementara level resistance di level 6.545, 6.700 dan 6.835. Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sementara itu, indeks-indeks di kawasan Asia mayoritas juga ditutup merah siang ini. Indeks bursa Nikkei Jepang naik 2,08% ke level 66.970, Shanghai Composite turun 0,10% ke level 3.962 sementara Hang Seng turun 0,57% ke level 25.790.
Di sisi lain, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil mempertahankan posisinya di jajaran indeks elit LQ45 untuk tiga bulan ke depan (Agustus-Oktober). DEWA mencetak pendapatan jasa pertambangan sebesar Rp3,20 triliun sepanjang enam bulan pertama di 2026. Temuan paling menarik dari laporan keuangan ini berada di Catatan 24, di mana seluruh atau 100% pendapatan DEWA kini murni berasal dari pihak berelasi di dalam ekosistem grup BUMI.
PT Bumi Arsana Mulia juga mengumumkan kepemilikan saham dalam jumlah besar di perusahaan publik PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS). Setelah transaksi itu, dari sebelumnya 0 persen, Bumi Arsana Mulia, kini memegang 25,60% dari seluruh hak suara di PT Ancora Indonesia Resources.
Kesimpulan, IHSG berpotensi konsolidasi pada perdagangan Selasa (11/8) dengan rekomendasi saham BUMI dan ESSA. DEWA berhasil mempertahankan posisinya di jajaran indeks elit LQ45, sementara Bumi Arsana Mulia mengumumkan kepemilikan saham dalam jumlah besar di OKAS.









