Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sejak awal sesi I perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026). Salah satu tekanan datang dari investor asing yang tercatat banyak melepas saham-saham blue chip di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data perdagangan sesi I Stockbit, total aksi jual yang dilakukan investor asing mencapai Rp 5,94 triliun.
Dalam hal ini, saham-saham bank raksasa menjadi sasaran aksi jual asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi big bank yang dilepas investor asing, yakni sebesar Rp 278,62 miliar sepanjang sesi I perdagangan hari ini. Saat ini, BBCA tercatat melemah hingga 3,62% ke harga Rp 5.325 per saham.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga mengalami aksi jual sebesar Rp 85,71 miliar. Emiten milik Sinar Mas ini menjadi salah satu target investor asing yang melepas sahamnya di pasar modal Indonesia.
Di tengah aksi jual pada saham bank, investor asing justru mengakumulasi sejumlah saham energi dan komoditas. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih mencapai Rp 135,04 miliar.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan optimisme bahwa Indonesia tetap masuk dalam kategori emerging market pada indeks MSCI, seiring berbagai reformasi pasar modal yang telah dilakukan.
Ia menegaskan bahwa fundamental pasar modal Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang baik. Berdasarkan laporan keuangan seluruh emiten per akhir 2025, Jeffrey menyebut bahwa perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen.
Sementara itu, pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, khususnya pada saham-saham LQ45, laba bersih tumbuh hampir 30 persen atau 29,9 persen.
Dari sisi distribusi laba, pada kuartal I 2026 sebanyak 80 persen perusahaan tercatat membukukan laba bersih, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.750-6.095 pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026). IHSG hari ini akan berada di kisaran 5.755-5.814.
Analisis PT MNC Sekuritas, Herditya menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.
Cermati area koreksi berikutnya di 5.755-5.814, untuk area penguatan terdekat berada di 5.958-5.984.
Kesimpulan, IHSG diprediksi melemah pada perdagangan saham hari ini, dengan tekanan jual asing yang masih terasa. Namun, ekspektasi tinggi bahwa Indonesia tetap masuk dalam kategori emerging market pada indeks MSCI menjadi harapan bagi investor.











