Ekonomi

Asing Net Buy Jumbo Rp 1,92 Triliun: Saham Apa yang Dibuai Besar di Awal Pekan?

×

Asing Net Buy Jumbo Rp 1,92 Triliun: Saham Apa yang Dibuai Besar di Awal Pekan?

Share this article
Asing Net Buy Jumbo Rp 1,92 Triliun: Saham Apa yang Dibuai Besar di Awal Pekan?
Asing Net Buy Jumbo Rp 1,92 Triliun: Saham Apa yang Dibuai Besar di Awal Pekan?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Mei 2026 | Investor asing kembali menunjukkan aksi beli yang signifikan pada awal pekan ini, mencatat net buy sebesar Rp 1,92 triliun. Angka tersebut menandai salah satu aliran dana terbesar dalam beberapa bulan terakhir dan berperan penting dalam menggerakkan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke arah positif.

Data yang dirilis oleh otoritas pasar modal memperlihatkan bahwa aliran masuk dana asing tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga terdistribusi ke sejumlah saham unggulan. Para pelaku pasar menilai bahwa penempatan modal ini didorong oleh prospek pertumbuhan laba perusahaan, stabilitas politik, serta kebijakan moneter yang mendukung.

Berikut adalah saham-saham yang paling banyak diborong oleh investor asing pada periode tersebut:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Terbukti menjadi magnet utama dengan pembelian bersih sekitar Rp 350 miliar, mencerminkan keyakinan pada kinerja kredit dan digitalisasi layanan perbankan.
  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) – Menerima aliran dana bersih sebesar Rp 270 miliar, didorong oleh rencana ekspansi jaringan 5G dan diversifikasi ke layanan cloud.
  • PT Astra International Tbk (ASRI) – Mencatat net buy Rp 210 miliar, berkat eksposur luas ke sektor otomotif, agribisnis, dan infrastruktur.
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – Menerima pembelian bersih Rp 190 miliar, sejalan dengan strategi konsumen premium dan efisiensi rantai pasokan.
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – Dapatkan net buy Rp 150 miliar, dipicu oleh permintaan konsumen yang stabil dan ekspansi produk makanan siap saji.

Sementara itu, beberapa saham mengalami tekanan penjualan oleh investor asing, meskipun tidak sebesar aliran beli. Saham-saham sektor pertambangan dan energi, seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero), tercatat mengalami net sell masing-masing sekitar Rp 80 miliar dan Rp 65 miliar. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh volatilitas harga komoditas internasional dan kebijakan energi yang masih dalam proses penyesuaian.

Secara keseluruhan, aliran masuk dana asing yang mencapai Rp 1,92 triliun berkontribusi pada penguatan IHSG yang berhasil menembus level 7.200 poin pada penutupan pekan ini. Analisis teknikal menunjukkan bahwa indeks berada dalam zona bullish, dengan support kuat di sekitar 7.100 poin dan resistensi pertama di 7.300 poin.

Para analis pasar menilai bahwa aksi beli besar ini dapat berlanjut jika data ekonomi domestik tetap solid, terutama pada sektor manufaktur dan konsumsi. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga Federal Reserve dan dinamika geopolitik dapat memicu aliran dana keluar secara cepat.

Investor ritel disarankan untuk memperhatikan fundamental perusahaan yang menjadi incaran asing, sekaligus menjaga diversifikasi portofolio guna mengurangi risiko volatilitas jangka pendek. Memahami tren aliran dana asing dapat menjadi salah satu indikator penting dalam merumuskan strategi investasi di pasar modal Indonesia.

Dengan catatan Asing Net Buy yang begitu besar, pasar saham Indonesia menunjukkan daya tariknya sebagai tujuan investasi yang stabil dan berpotensi memberikan imbal hasil menarik bagi para pelaku pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *