Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Agustus 2026 | Vandalisme telah menjadi masalah serius di Indonesia, dengan berbagai kasus terjadi di berbagai daerah. Salah satu kasus yang baru-baru ini terjadi adalah vandalisme terhadap Cikar Mbah Gleyor di Kediri, Jawa Timur. Cikar Mbah Gleyor adalah sebuah benda bersejarah yang terbuat dari kayu dan telah berusia lebih dari satu abad.
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur telah turun tangan untuk melakukan pembersihan dan pemulihan Cikar Mbah Gleyor. Tim BPK Jawa Timur bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri telah melakukan uji coba pembersihan pada beberapa bagian Cikar Mbah Gleyor sebelum diterapkan pada keseluruhan objek.
Selain kasus Cikar Mbah Gleyor, vandalisme juga telah terjadi di Taman Bandung, Jawa Barat. Taman Bandung telah menjadi sasaran vandalisme beberapa kali, dengan berbagai fasilitas rusak dan hilang. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung telah menghadapi tantangan dalam merawat taman dan fasilitas publik karena sejumlah fasilitas kembali rusak setelah diperbaiki.
Vandalisme juga telah terjadi di Bundaran CBD Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Bundaran CBD Konawe Utara telah menjadi sasaran vandalisme oleh orang tidak dikenal, dengan berbagai fasilitas rusak dan hilang. Insiden ini terjadi di Kawasan Bundaran CBD Wanggudu, Kecamatan Asera, Senin (10/8/2026).
Untuk membersihkan cat semprot dari fasad bangunan, dapat digunakan bahan pembersih yang abrasif seperti baking soda atau pelarut cat. Namun, perlu diingat bahwa pembersihan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak material asli.
Kesimpulan, vandalisme adalah masalah serius yang perlu diatasi oleh masyarakat dan pemerintah. Diperlukan kerja sama dan kesadaran dari semua pihak untuk menjaga dan merawat fasilitas publik dan benda bersejarah. Dengan demikian, kita dapat melestarikan warisan budaya dan sejarah Indonesia untuk generasi mendatang.











