BERITA

Sisi Gelap Perlintasan KA Bulak Kapal Bekasi: Jaga Nyawa, Setor Preman

×

Sisi Gelap Perlintasan KA Bulak Kapal Bekasi: Jaga Nyawa, Setor Preman

Share this article
Sisi Gelap Perlintasan KA Bulak Kapal Bekasi: Jaga Nyawa, Setor Preman
Sisi Gelap Perlintasan KA Bulak Kapal Bekasi: Jaga Nyawa, Setor Preman

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Mei 2026 | Pelintasan sebidang Ampera di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, kini menampilkan wajah baru setelah dipasangi palang pintu otomatis usai kecelakaan taksi Green SM dan KRL di wilayah Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

Di sisi kanan dan kiri rel, perangkat palang otomatis telah berdiri lengkap dengan lampu dan sirine peringatan. Namun, fasilitas tersebut belum resmi beroperasi penuh dan baru diuji coba pada Selasa (12/5/2026) selama sekitar 10 hingga 15 menit.

Operasional penuh masih menunggu pembangunan pos jaga jalur pelintasan langsung (JPL) yang diperkirakan rampung dalam dua minggu hingga satu bulan ke depan.

Arus kendaraan roda dua dan roda empat tampak cukup padat dari arah Jalan Ir H Juanda menuju kawasan permukiman warga maupun sebaliknya. Meski sistem otomatis belum dioperasikan secara penuh, situasi di pelintasan terlihat lebih tertib dibanding sebelumnya.

Pengendara mulai berhenti saat palang manual ditutup dan tidak tampak kendaraan yang nekat menerobos rel ketika kereta melintas. Suasana di sekitar pelintasan juga tampak lebih teratur.

Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Babinsa TNI, hingga warga sukarelawan berseragam terlihat berjaga di sisi kanan dan kiri rel untuk membantu mengatur lalu lintas.

Seorang pengendara motor, Yudi (25), mengatakan keberadaan palang otomatis membuat pengguna jalan merasa lebih aman saat melintas. “Ya lumayan aman kalau ada palang pintu otomatisnya. Jadi lebih terarah juga kalau misalkan ada yang jagain,” ujar Yudi saat ditemui di lokasi.

Keberadaan petugas di lapangan juga membuat pengendara lebih tertib dibanding sebelumnya. Yudi berharap pengamanan di pelintasan tetap dilakukan secara ketat meski nantinya palang otomatis sudah resmi dioperasikan.

“Kalau tetap dibuka, semoga terus dijaga karena palangnya aja enggak cukup, harus ada yang atur lalu lintasnya,” ujar dia.

Hal senada disampaikan Fahmi (33), warga sekitar yang meminta pemerintah tetap melakukan pengawasan langsung di pelintasan Ampera meski fasilitas otomatis telah dipasang.

Untuk meningkatkan keselamatan, perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat dan terintegrasi. Selain itu, perlu juga dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan di perlintasan.

Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan bagi semua pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *