Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Mei 2026 | Setelah menjalani proses pemulihan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disebut telah pulih 99 persen dan siap kembali turun ke masyarakat. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, mengungkapkan bahwa Jokowi berencana melakukan perjalanan keliling Indonesia pada bulan depan untuk menyapa masyarakat.
Pertemuan antara Jokowi dan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi berlangsung pada awal bulan ini di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut berencana melakukan perjalanan keliling Indonesia untuk menyapa masyarakat.
Freddy menjelaskan bahwa pertemuan antara relawan dan Jokowi nantinya akan digelar rutin setiap tiga bulan sekali. Ia juga menyebut kondisi kesehatan Jokowi telah pulih hampir sepenuhnya dan siap kembali turun ke masyarakat untuk menampung aspirasi.
Menurut Projo, agenda keliling Indonesia tersebut tidak memiliki tujuan khusus selain menyapa masyarakat. Mereka menilai Jokowi masih memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik nasional.
Jokowi juga disebut masih menerima berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat di berbagai daerah. Dalam pertemuan dengan Budi Arie, tidak ada pembahasan mengenai arah politik Jokowi maupun rencana bergabung ke partai tertentu.
Sementara itu, di tempat terpisah, terjadi kejadian darurat di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Atap ruang kelas VII ambruk dan menimpa sejumlah siswa dan guru. Kejadian tersebut terjadi saat prosesi belajar mengajar Bahasa Inggris.
Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo, mengatakan bahwa tidak ada suara sebelum ruangan kelas tersebut roboh. Apalagi, saat jam pelajaran para siswa sedang fokus belajar.
Lebih lanjut, Cipto mengatakan bahwa ada enam anak serta satu guru yang dibawa ke rumah sakit dan satu anak dibawa ke RS Amal Sehat. Diketahui peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.
Diduga kuat, atap bangunan sekolah tersebut roboh lantaran kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk dimakan usia. Seluruh korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans dari Puskesmas Sambungmacan, PDM, hingga Lazismu untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kesimpulan dari kejadian tersebut adalah pentingnya memperhatikan kondisi bangunan sekolah dan melakukan perawatan rutin untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.











