Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima delegasi Dasco di Istana Kepresidenan pada Senin (20/04/2026) untuk membahas rangkaian isu strategis yang mencakup pertahanan nasional, kerja sama militer internasional, serta dinamika politik dalam negeri. Pertemuan ini sekaligus menegaskan posisi pemerintah terkait rumor mengenai potensi merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem.
Menurut laporan yang dihimpun dari sumber resmi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, tiba di Istana pada pukul 14.32 WIB setelah dipanggil oleh ajudan presiden pada malam sebelumnya. Dudung menyampaikan bahwa ia diminta untuk memberikan masukan terkait perkembangan pertahanan strategis, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Selama pertemuan, Prabowo menanyakan pandangan Dudung tentang Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang baru-baru ini ditandatangani antara Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth. Dudung menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan pertahanan yang telah terjalin lama, namun menekankan pentingnya meninjau kembali prinsip‑prinsip kedaulatan dalam setiap kesepakatan.
Berikut beberapa poin utama yang diangkat dalam diskusi:
- Evaluasi efektivitas MDCP dalam memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia.
- Kebutuhan peningkatan alutsista berbasis teknologi tinggi.
- Strategi sinergi antara TNI dan industri pertahanan dalam negeri.
- Penguatan aliansi regional di kawasan Indo‑Pasifik.
Setelah membahas isu pertahanan, Prabowo beralih ke agenda politik. Delegasi Dasco, yang dipimpin oleh perwakilan partai, menyampaikan bahwa tidak ada pembicaraan resmi maupun tertulis mengenai rencana merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem. Pernyataan ini sejalan dengan klaim Dasco yang menolak spekulasi media tentang kemungkinan konsolidasi politik di masa mendatang.
Prabowo menegaskan bahwa dinamika politik internal harus tetap transparan dan berbasis pada kepentingan nasional. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan memfasilitasi atau mengintervensi proses internal partai politik, kecuali bila ada implikasi langsung terhadap stabilitas keamanan negara.
Diskusi juga menyentuh isu-isu keamanan maritim, khususnya terkait penguatan tanggul laut Pantura Jawa yang menjadi prioritas pemerintah dalam rangka melindungi wilayah pesisir dari ancaman banjir dan erosi. Prabowo mengapresiasi upaya Kementerian PUPR dan TNI AD yang sedang melaksanakan proyek tersebut.
Secara keseluruhan, pertemuan antara Prabowo dan Dudung Abdurachman mencerminkan pendekatan pemerintah yang holistik, menggabungkan aspek pertahanan militer dengan sensitivitas politik domestik. Kedua pihak sepakat untuk terus berkoordinasi secara intensif, memastikan bahwa kebijakan pertahanan tidak terlepas dari konteks politik yang stabil.
Ke depan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia, sambil tetap membuka ruang dialog konstruktif dengan semua pihak terkait, baik di dalam maupun luar negeri.











