Politik

Jenderal Dudung Abdurachman Dihubungi Seskab, Dipanggil Prabowo ke Istana: “Saya Prajurit Harus Siap Diperintah”

×

Jenderal Dudung Abdurachman Dihubungi Seskab, Dipanggil Prabowo ke Istana: “Saya Prajurit Harus Siap Diperintah”

Share this article
Jenderal Dudung Abdurachman Dihubungi Seskab, Dipanggil Prabowo ke Istana: "Saya Prajurit Harus Siap Diperintah"
Jenderal Dudung Abdurachman Dihubungi Seskab, Dipanggil Prabowo ke Istana: "Saya Prajurit Harus Siap Diperintah"

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Senin, 27 April 2026, menggantikan Muhammad Qodari yang kini memimpin Badan Komunikasi Pemerintah. Pada hari yang sama, Sekretariat Kabinet (Seskab) menghubungi Dudung untuk menyampaikan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, memintanya datang ke Istana Negara. Dudung menanggapi dengan tegas, “Saya prajurit, jadi harus siap diperintah,” menegaskan komitmen militer yang masih melekat pada dirinya meski telah pensiun.

Setelah serah terima jabatan di Gedung Bina Graha, Dudung menegaskan bahwa statusnya kini sebagai warga sipil sudah resmi. “Saya kan sudah pensiun, sudah dua tahun. Saya kan orang sipil,” ujarnya kepada media. Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran peran dari militer ke sipil, sekaligus menegaskan bahwa latar belakang militer tidak menjadi halangan untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan.

Dalam pidatonya, Dudung menyoroti agenda prioritas Presiden Prabowo, terutama pemangkasan birokrasi. Ia mencontohkan upaya penyederhanaan prosedur distribusi pupuk bagi petani, yang dianggap sebagai langkah cepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Birokrasi mengenai pupuk banyak di tempat‑tempat lain juga, kami akan menyoroti itu,” tuturnya.

Selain menekankan reformasi birokrasi, Dudung juga berjanji akan membuka layanan 24 jam untuk menerima laporan warga melalui KSP. “Sebagai KSP, saya sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, jadi laporan keluhan akan dibuka 24 jam,” ujar Dudung. Janji ini menandai upaya pemerintah Prabowo untuk meningkatkan responsivitas dan partisipasi publik dalam penyelesaian masalah sehari‑hari.

Karier militer Dudung mencakup berbagai posisi penting. Sebelum menjadi Kepala Staf Kepresidenan, ia pernah menjabat sebagai:

  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada era Presiden Joko Widodo (2021‑2023).
  • Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sejak 2021.
  • Pangdam Jaya yang dikenal tegas dalam menertibkan baliho Front Pembela Islam.
  • Pimpinan Kodam Jaya, Gubernur Akademi Militer, serta berbagai peran komando di tingkat satuan.

Setelah pensiun dari TNI pada tahun 2023, Dudung sempat menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional. Meskipun masih merangkap jabatan tersebut, ia mengindikasikan akan ada pergantian dalam waktu dekat. “Masih merangkap, tapi nanti pasti ada pergantian,” katanya.

Kebijakan Dudung untuk membuka KSP 24 jam sejalan dengan harapan publik akan transparansi. Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah akan diperkuat untuk memastikan program strategis Presiden Prabowo dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi. “Kami akan melakukan evaluasi, koordinasi, dan kerja sama yang intensif,” tegasnya.

Penunjukan Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan menandai kembalinya sosok militer ke posisi strategis di Istana. Sebelumnya, jabatan tersebut pernah dipegang oleh pensiunan jenderal TNI lain, termasuk Luhut Binsar Pandjaitan dan Moeldoko pada era Presiden Jokowi. Pengalaman militer Dudung diyakini akan memberikan disiplin dan ketegasan dalam pelaksanaan agenda pemerintahan.

Dengan latar belakang yang kuat di bidang pertahanan dan manajemen militer, serta komitmen untuk melayani publik secara nonstop, Dudung Abdurachman bertekad menjadikan KSP sebagai ujung tombak implementasi kebijakan presiden. Ke depan, publik dapat menantikan peningkatan layanan, percepatan reformasi birokrasi, dan penguatan sinergi antar lembaga pemerintah.

Kesimpulannya, pertemuan antara Dudung dan Prabowo di Istana bukan sekadar formalitas, melainkan simbolik dari tekad pemerintah untuk mengintegrasikan disiplin militer ke dalam birokrasi sipil, sekaligus menegaskan bahwa setiap prajurit, meski sudah pensiun, tetap harus siap menjalankan perintah demi kepentingan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *