Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Oxford United resmi terdegradasi ke League One setelah mengakhiri musim 2025/2026 yang penuh gejolak. Keputusan turun kasta ini menandai penurunan klub ke divisi ketiga Liga Inggris meski tim sempat mencatat kemenangan telak 4-1 atas Sheffield Wednesday pada laga terakhir sebelum keputusan final.
Berada di posisi ke-22 klasemen EFL Championship dengan 47 poin, Oxford United tertinggal empat poin dari zona aman yang ditempati West Bromwich Albion (51 poin). Dengan satu pertandingan tersisa, yakni melawan Millwall di The Den, London, peluang untuk mengamankan tempat di Championship semakin tipis. Hasil akhir melawan Millwall pun menjadi formalitas bagi Oxford, sementara Millwall masih berjuang meraih tiket promosi.
Di tengah krisis tersebut, Ole Romeny, striker Timnas Indonesia yang menjadi andalan Oxford United, tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menuliskan pesan penuh terima kasih kepada para suporter: “Terima kasih atas dukungan luar biasa kalian sepanjang musim. Tetap semangat, Yellows!” Pesan tersebut diunggah pada Selasa, 28 April 2026, dan langsung mendapat respon hangat dari penggemar di seluruh dunia.
Penurunan kasta tidak menghentikan Romeny untuk tetap berkontribusi di lapangan. Pada pertandingan melawan Sheffield Wednesday, ia mencetak satu gol dan membantu tim meraih empat gol, namun selisih poin tetap tidak cukup untuk mengubah nasib. Menurut data resmi liga, statistik akhir musim menunjukkan Oxford United mencatat 12 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 23 kekalahan.
- Total poin: 47
- Gol yang dicetak: 45
- Gol kebobolan: 78
Selain fokus pada performa tim, Oxford United juga mengadakan acara penghargaan akhir musim yang sekaligus menjadi ajang peringatan bagi Amelia Aplin, pemain muda akademi yang meninggal tragis pada Maret 2026. Penghargaan “Amelia Aplin Women’s Young Player of the Year” diberikan kepada pemain muda yang menunjukkan potensi besar, sekaligus mengenang dedikasi dan semangat Amelia di dunia sepak bola wanita.
Acara tersebut menyoroti komitmen klub terhadap pengembangan talenta lokal dan upaya menyalurkan empati sosial di tengah kesedihan. Gemma Sims, manajer umum tim wanita Oxford United, mengungkapkan bahwa kematian Amelia telah mengguncang seluruh komunitas klub, namun semangat kebersamaan tetap terjaga melalui penghargaan ini.
Dengan degradasi yang sudah dipastikan, manajemen Oxford United, dipimpin oleh pelatih Matt Bloomfield, menyatakan bahwa musim depan di League One akan menjadi fase rebuilding. Bloomfield menekankan pentingnya mempertahankan semangat juang, memanfaatkan pengalaman pemain senior seperti Ole Romeny, serta memberikan kesempatan lebih besar bagi pemain muda akademi untuk berkontribusi.
Berikut adalah ringkasan posisi akhir Championship 2025/2026 yang menempatkan Oxford United di zona degradasi:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 20 | West Bromwich Albion | 51 |
| 21 | Leicester City | 48 |
| 22 | Oxford United | 47 |
| 23 | Sheffield United | 45 |
| 24 | Millwall | 42 |
Meski harus menerima kenyataan pahit, Ole Romeny menegaskan tekadnya untuk kembali bersama Oxford United dan membantu klub meraih promosi kembali ke Championship. “Kami akan kembali lebih kuat,” ujar Romeny dalam sebuah wawancara pasca pertandingan melawan Millwall.
Secara keseluruhan, musim 2025/2026 menjadi pelajaran berharga bagi Oxford United, baik di sisi kompetisi maupun dalam membangun kultur klub yang lebih inklusif dan berempati, seperti yang tercermin dalam penghargaan Amelia Aplin. Kedepannya, fokus klub akan tertuju pada rekonstruksi skuad, pengembangan pemain muda, dan upaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris.











