Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 Mei 2026 | Sebanyak 14.237 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi demonstrasi peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Pengamanan difokuskan pada titik strategis seperti kawasan DPR/MPR RI, Monas, hingga Kejaksaan Agung guna menjamin keamanan penyampaian aspirasi.
Aparat gabungan turut melakukan rekayasa lalu lintas situasional demi memastikan kelancaran aktivitas masyarakat di tengah kepadatan massa. Total kekuatan personel yang diterjunkan, sebanyak 12.263 personel berasal dari kepolisian. Kemudian 500 personel dari TNI, 74 personel pemerintah daerah, 400 personel pengamanan dalam DPR/MPR RI, serta 1.000 personel Sabuk Kamtibmas dan Potmas.
Pengerahan aparat gabungan tersebut untuk memastikan aksi berjalan aman sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap lancar di tengah potensi kepadatan massa dan lalu lintas. Kehadiran personel di lapangan untuk memberikan rasa aman dan kelancaran dalam penyampaian aspirasi oleh saudara-saudara kita dari beberapa elemen masyarakat.
Selain pengamanan massa, aparat juga mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah ruas jalan Ibu Kota selama aksi berlangsung. Rekayasa lalu lintas disebut akan diberlakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas agar mobilitas di sekitar titik aksi tetap terkendali dan tidak menimbulkan kepadatan parah.
Di tempat lain, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) juga melakukan persiapan untuk meningkatkan pelayanan. Setelah menjalani proses docking, KM Nggapulu dan KM Tilongkabila telah dijadwalkan kembali beroperasi. Kedua kapal penumpang tersebut sebelumnya menjalani perawatan berkala guna meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelayaran bagi masyarakat.
Kepala Cabang Pelni Bitung, Nurul Azhar menyampaikan proses ini adalah bagian dalam menjaga standar pelayanan. Selain itu, docking juga bertujuan memastikan seluruh armada berada dalam kondisi laik laut sebelum kembali beroperasi kembali.
KM. Nggapulu dan KM. Tilongkabila telah menyelesaikan seluruh tahapan docking dan pemeriksaan teknis untuk memastikan kedua kapal siap kembali beroperasi melayani kebutuhan transportasi laut bagi masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Lebih lanjut, Nurul Azhar mengatakan kembali beroperasinya kedua armada tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar daerah serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di berbagai wilayah yang dilayani kapal PELNI.
Atas kesiapan itu, dirinya mengurai jadwal operasional terbaru kedua kapal mulai dari KM. Nggapulu, sedianya kembali beroperasi pada periode 16 Mei hingga 2 Juni 2026 dengan rute Surabaya – Makassar – Baubau – Namlea – Ambon – Ternate – Bitung dan kembali melalui rute yang sama menuju Surabaya dan Jakarta.
Untuk wilayah Bitung, KM. Nggapulu dijadwalkan tiba pada: 21 Mei 2026 pukul 12.00 WITA. Sementara KM. Tilongkabila kembali melayani pelayaran hingga 28 Mei 2026 dengan rute Makassar – Bima – Labuan Bajo – Makassar – Baubau – Raha – Kendari – Luwuk – Gorontalo – Bitung – Gorontalo – Luwuk – Kendari – Raha – Baubau – Makassar – Labuan Bajo – Lembar – Benoa.
Selanjutnya, untuk pelayaran menuju Bitung, KM. Tilongkabila dijadwalkan tiba pada 21 Mei 2026 pukul 13.00 WITA.
Lebih lanjut, Nurul Azhar juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkait jadwal keberangkatan, pembelian tiket dan ketentuan perjalanan melalui kanal resmi perusahaan maupun aplikasi PELNI Mobile.
Kesimpulan, pemerintah dan instansi terkait terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan di berbagai sektor untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.











