Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Agustus 2026 | Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Buleleng terus berinovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Reklame. Bapenda Buleleng menggarap potensi PAD dari reklame skala kecil yang tersebar di desa-desa dan kawasan perumahan.
Hasilnya, sebanyak 676 wajib pajak baru berhasil dijaring dan telah diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD). Kepala Bapenda Buleleng, Ida Bagus Perang Wibawa, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja Satuan Tugas (Satgas) Reklame yang dibentuk sejak Januari 2026.
Satgas ditugaskan menyisir reklame yang selama ini belum masuk basis pemungutan pajak karena berada di luar titik reklame yang ditetapkan melalui SK Bupati. Bapenda juga menggulirkan program “Rabu Reklame” untuk mempercepat pendataan reklame.
Di lain tempat, PT BYD Motor Indonesia menanggapi wacana evaluasi insentif pajak kendaraan listrik yang disampaikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. Meski menyatakan akan mengikuti setiap regulasi pemerintah, BYD mengingatkan bahwa kebijakan fiskal memiliki peran penting dalam mempercepat transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali membuka program pemutihan dan keringanan pajak kendaraan bermotor sepanjang Agustus 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajak dengan biaya yang lebih ringan karena tersedia berbagai pembebasan dan insentif yang berlaku.
Di Bengkulu Selatan, program pemasangan tapping box di sejumlah tempat usaha dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pekan ini. Program pemasangan tapping box merupakan tindak lanjut hasil coffee morning yang digelar beberapa bulan lalu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan.
Program ini bertujuan meningkatkan transparansi transaksi usaha sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Kepala Bapenda Bengkulu Selatan, Edwin Permana, mengatakan bahwa pihaknya bersama Bank Bengkulu dan vendor penyedia alat telah melakukan sosialisasi secara maraton selama kurang lebih dua pekan.
Proses validasi dilakukan untuk memastikan seluruh pelaku usaha yang menjadi sasaran telah memenuhi persyaratan sehingga pemasangan alat dapat berjalan lancar dan terintegrasi dengan sistem yang telah digunakan.
Kesimpulan, upaya Bapenda untuk meningkatkan PAD melalui inovasi dan program-program yang tepat sasaran dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah dan mengoptimalkan penerimaan pajak. Dengan demikian, diharapkan PAD dapat meningkat dan membantu membiayai kegiatan pembangunan di daerah.







