BERITA

Krisis Energi: Eropa Berjuang untuk Mengatasi Ketergantungan pada Gas Fosil

×

Krisis Energi: Eropa Berjuang untuk Mengatasi Ketergantungan pada Gas Fosil

Share this article
Krisis Energi: Eropa Berjuang untuk Mengatasi Ketergantungan pada Gas Fosil
Krisis Energi: Eropa Berjuang untuk Mengatasi Ketergantungan pada Gas Fosil

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Mei 2026 | Krisis energi yang melanda Eropa telah memaksa negara-negara di benua ini untuk mencari solusi alternatif untuk mengatasi ketergantungan pada gas fosil. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah penggunaan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin.

Menurut data dari Joint Research Centre Komisi Eropa, Uni Eropa telah menghasilkan sekitar setengah dari listriknya dari energi terbarukan. Namun, kapasitas penyimpanan energi hijau yang belum memadai masih menjadi hambatan besar dalam transisi menuju 100% energi terbarukan.

Di Jerman, misalnya, surplus listrik yang dihasilkan dari tenaga surya dan angin pada siang hari tidak dapat disimpan karena minimnya kapasitas baterai. Hal ini menyebabkan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam harus mengambil alih untuk menutupi kekurangan pasokan pada malam hari.

Sementara itu, di Asia, Cina dan India diprediksi akan menjadi pasar utama bagi penyimpanan energi baru. Pertumbuhan terkuat fasilitas penyimpanan berskala besar diperkirakan akan terjadi di kedua negara ini.

Investasi baterai dapat menjaga stabilitas harga listrik dan mewujudkan transisi menuju 100% energi terbarukan. Namun, biaya baterai masih menjadi hambatan besar. Menurut proyeksi Uni Eropa, biaya baterai diperkirakan turun setengah dibandingkan dengan harga tahun 2022 pada tahun 2030.

Di lain pihak, krisis energi juga telah memicu ketegangan politik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengeluarkan ancaman keras terhadap Oman jika negara tersebut bekerja sama dengan Iran untuk memungut tarif tol bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan internasional yang sangat vital, di mana sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia biasanya didistribusikan melalui jalur ini. Namun, sejak akhir Februari lalu, Iran telah memblokade selat tersebut, memicu krisis energi global dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Di Indonesia, krisis energi juga telah memicu perhatian serius. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah menargetkan penyelesaian persoalan sampah di Bandung Raya dalam waktu tiga hari ke depan. Ia mengaku akan langsung turun ke lapangan untuk mengomandoi penanganan sampah di kawasan tersebut.

Menurutnya, persoalan sampah di Bandung Raya kerap meningkat setiap libur panjang karena volume sampah bertambah, sementara proses pengangkutan tidak berjalan optimal. Ia berharap bahwa dengan penyelesaian persoalan sampah, kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan.

Kesimpulan, krisis energi yang melanda Eropa dan dunia telah memaksa negara-negara untuk mencari solusi alternatif untuk mengatasi ketergantungan pada gas fosil. Investasi baterai dan penggunaan energi terbarukan dapat menjaga stabilitas harga listrik dan mewujudkan transisi menuju 100% energi terbarukan. Namun, biaya baterai masih menjadi hambatan besar, dan ketegangan politik juga telah memicu krisis energi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *