BERITA

Kemacetan di Jakarta Meningkat, Demo Mahasiswa dan Kenaikan Tarif Transportasi Umum

×

Kemacetan di Jakarta Meningkat, Demo Mahasiswa dan Kenaikan Tarif Transportasi Umum

Share this article
Kemacetan di Jakarta Meningkat, Demo Mahasiswa dan Kenaikan Tarif Transportasi Umum
Kemacetan di Jakarta Meningkat, Demo Mahasiswa dan Kenaikan Tarif Transportasi Umum

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Juni 2026 | Kemacetan di Jakarta meningkat akibat demonstrasi mahasiswa dan kenaikan tarif transportasi umum. Sejumlah warga menunggu demonstrasi di Bundaran HI dari anjungan tanpa atap (sky view deck) halte Transjakarta Bundaran HI Astra, Jakarta Pusat.

Terpantau di lokasi, sejak pukul 14.00 WIB jumlah warga semakin bertambah menunggu aksi unjuk rasa di pusat Jakarta tersebut. Sejak pagi terlihat para anggota kepolisian menjaga di sekitar kawasan Bundaran HI hingga transportasi umum seperti Halte Transjakarta maupun Stasiun MRT.

Adapun hingga kini terlihat situasi arus lalu lintas Bundaran HI terlihat lancar tanpa adanya kemacetan. Transportasi umum seperti Transjakarta dan MRT tetap beroperasi normal hingga sore. Sementara itu, hari ini sejumlah elemen mahasiswa melakukan aksi penyampaian pendapat di kawasan Jakarta Pusat.

Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 4.151 personel gabungan untuk mengawal dan mengamankan aksi tersebut. Personel gabungan tersebut terdiri atas 3.651 personel unsur Polri dan didukung oleh 500 personel dari unsur TNI.

Selain menyiagakan personel, pihak kepolisian juga telah memetakan sejumlah langkah antisipasi terhadap dinamika situasi di lapangan. Lalu terkait arus lalu lintas di sekitar kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan dan Monas, pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa arus kendaraan yang bersifat situasional.

Di sisi lain, WALHI Jakarta menolak rencana Pemprov DKI menaikkan tarif Transjabodetabek karena membebani aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi publik. Direktur WALHI menyatakan transportasi publik adalah investasi ekologis jangka panjang untuk mengatasi kemacetan serta memperbaiki kualitas udara Jakarta.

Pemerintah diminta mematuhi putusan Mahkamah Agung dalam memprioritaskan layanan transportasi publik terjangkau guna menekan emisi kendaraan pribadi. Suara.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak dapat menjadikan tingginya subsidi transportasi publik sebagai alasan untuk menaikkan tarif layanan Transjabodetabek.

Direktur Eksekutif WALHI Jakarta Muhammad Aminullah menegaskan transportasi publik tidak semestinya dipandang hanya sebagai beban fiskal, melainkan investasi sosial dan ekologis yang memberikan manfaat luas bagi kota.

Menurut WALHI Jakarta, manfaat transportasi publik tidak hanya dirasakan dari sisi mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada pengurangan kemacetan, penurunan emisi, peningkatan kualitas udara, hingga penghematan biaya kesehatan akibat pencemaran udara.

Karena itu, organisasi tersebut menilai transportasi publik harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kota. Selain menyoroti persoalan subsidi, WALHI Jakarta juga mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memiliki kewajiban menjalankan berbagai mandat perbaikan kualitas udara sebagaimana ditegaskan dalam putusan Mahkamah Agung terkait gugatan pencemaran udara Jakarta.

Salah satu langkah yang dinilai perlu diprioritaskan adalah mempercepat transformasi sistem transportasi menuju moda yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau bagi seluruh warga. WALHI Jakarta berpandangan bahwa kebijakan transportasi publik harus diarahkan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum, bukan sebaliknya.

Rencana kenaikan tarif Transjabodetabek bertentangan dengan upaya Pemerintah Jakarta dalam mengendalikan pencemaran udara. Selama ini pemerintah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana transportasi publik untuk menggeser pola mobilitas warga yang didominasi kendaraan pribadi.

Namun kebijakan kenaikan tarif justru berpotensi menghambat tujuan tersebut. Dalam menghadapi kemacetan dan kenaikan tarif transportasi umum, masyarakat diharapkan dapat memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau.

Dengan demikian, diharapkan kemacetan di Jakarta dapat berkurang dan kualitas udara dapat ditingkatkan. Selain itu, kebijakan transportasi publik yang tepat juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung keberlanjutan kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *