Internasional

Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Bendera Berkibar – Kecaman Dunia dan Ketegangan Memuncak

×

Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Bendera Berkibar – Kecaman Dunia dan Ketegangan Memuncak

Share this article
Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Bendera Berkibar – Kecaman Dunia dan Ketegangan Memuncak
Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Bendera Berkibar – Kecaman Dunia dan Ketegangan Memuncak

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 April 2026 | Para pemukim Israel yang tergabung dalam kelompok ekstremis Temple Mount melakukan penyerbuan ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa (21/4/2026) pagi. Mereka memasuki area suci melalui Gerbang Mughrabi dengan pengawalan ketat dari kepolisian Israel. Sesampainya di dalam, kelompok tersebut mengibarkan bendera Israel di halaman kompleks serta melakukan serangkaian ritual keagamaan yang terekam dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Masjid Al-Aqsa, yang menjadi situs paling suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, memiliki status sensitif yang telah diatur oleh prinsip “status quo” sejak dekade 1960-an. Status quo tersebut melarang pemukim non‑Muslim melakukan aktivitas keagamaan di dalam kompleks, termasuk mengibarkan bendera negara. Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem menyatakan tindakan para pemukim sebagai pelanggaran langsung terhadap aturan yang telah disepakati.

Reaksi internasional muncul dengan cepat. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengutuk aksi tersebut dengan kata‑kata keras, menyebutnya sebagai pelanggaran terang‑terangan terhadap hukum internasional serta kesucian tempat ibadah. Juru bicara Pakistan menekankan perlunya tindakan konkrit untuk melindungi situs‑situs suci di bawah pendudukan Israel dan menuntut pengakhiran impunitas para pemukim ilegal.

Doha, Qatar, tidak kalah tegas. Menteri Luar Negeri Qatar menegaskan penolakan total terhadap setiap upaya mengubah identitas atau status Masjid Al-Aqsa. Qatar menyerukan komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab moral dan hukum atas Yerusalem serta mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran berulang oleh Israel.

Sementara itu, pihak Israel berargumen bahwa pemukim tersebut beroperasi di bawah perlindungan kepolisian yang telah mengizinkan masuknya warga Yahudi ke kompleks pada dua waktu sholat harian sejak 2003, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. Namun, penyerbuan kali ini terjadi pada hari peringatan kemerdekaan Israel dan bersamaan dengan peringatan Nakba oleh warga Palestina, menambah sensitivitas dan potensi konflik.

  • Kepolisian Israel: Mengawasi penyerbuan, memastikan tidak terjadi bentrokan bersenjata.
  • Wakaf Islam Yerusalem: Menyatakan pelanggaran status quo dan meminta intervensi internasional.
  • Pakistan: Mengutuk keras, menuntut sanksi dan perlindungan bagi situs suci.
  • Qatar: Menolak perubahan identitas, mendesak tindakan hukum.

Penggunaan bendera Israel di dalam kompleks Al‑Aqsa dianggap simbolik dan provokatif, terutama mengingat sejarah panjang perselisihan atas tempat suci tersebut antara umat Islam dan Yahudi. Bendera tersebut terlihat jelas dalam rekaman video, menimbulkan kemarahan di kalangan umat Muslim dunia yang menilai tindakan itu sebagai upaya meyahudisasi situs suci.

Para pengamat keamanan menilai bahwa insiden ini dapat memicu eskalasi lebih lanjut di wilayah Tepi Barat dan Gaza, mengingat ketegangan yang sudah tinggi. Mereka memperingatkan bahwa provokasi semacam ini dapat memicu aksi balasan dari kelompok militan Palestina maupun meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel di forum internasional.

Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi tentang bentrokan fisik antara pemukim dan polisi, namun ketegangan di lapangan tetap tinggi. Pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kebijakan penegakan hukum terhadap para pemukim yang terlibat, sementara komunitas internasional terus memantau situasi dengan cermat.

Situasi di Masjid Al-Aqsa tetap menjadi barometer utama hubungan Israel‑Palestina. Setiap tindakan yang dianggap melanggar status quo dapat memperburuk konflik yang sudah berlarut‑larut, menambah beban bagi upaya perdamaian yang selama ini berusaha menemukan titik temu antara klaim historis dan kepentingan keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *