Internasional

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang, Tentara Zionis Mengalami Keterpurukan Moril

×

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang, Tentara Zionis Mengalami Keterpurukan Moril

Share this article
Genosida 'Israel' di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang, Tentara Zionis Mengalami Keterpurukan Moril
Genosida 'Israel' di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang, Tentara Zionis Mengalami Keterpurukan Moril

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Juni 2026 | Lebih dari 9.500 warga Palestina dilaporkan hilang di Jalur Gaza sejak dimulainya genosidaIsrael‘ pada Oktober 2023. Mayoritas diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Zionis. Orang-orang yang hilang termasuk sekitar 4.700 perempuan dan anak-anak, kata LSM yang berbasis di Gaza, Asosiasi Al-Dameer untuk Hak Asasi Manusia.

Dalam sebuah laporan, kelompok tersebut mengatakan sekitar 8.100 orang diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Lebih dari tujuh bulan setelah apa yang disebut “gencatan senjata” di Jalur Gaza, ribuan keluarga masih belum dapat menguburkan orang yang mereka cintai.

Upaya pemulihan sangat terhambat karena Israel secara ketat membatasi masuknya alat berat, seperti ekskavator dan buldoser, ke Jalur Gaza. Kelompok pertahanan sipil Palestina dan PBB telah berulang kali menyoroti bahwa meskipun alat berat kadang-kadang diizinkan masuk ke Gaza untuk mengambil jenazah tawanan Israel, sumber daya yang sebanding ditolak untuk warga Palestina yang mencoba mengambil jenazah mereka.

Sementara itu, serangan militer Israel kembali mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis, dalam eskalasi terbaru yang juga menjangkau pinggiran ibu kota Beirut. Milisi Hizbullah di Lebanon mengembangkan drone bunuh diri yang bikin pasukan darat Israel begitu ketakutan di medan tempur.

Drone FPV Hizbullah itu memiliki hulu ledak yang selalu tepat sasaran menghujam pos-pos pasukan Israel pada malam hari yang gelap gulita. Fakta yang paling mengkhawatirkan tentara IDF bahwa drone-drone yang diproduksi secara murah itu terus mengalami kemajuan sehingga semakin efektif menargetkan musuh-musuhnya.

Kesaksian tentara cadangan Israel yang sempat bertugas di Jalur Gaza membuka tabir kejahatan tentara zionis. Mereka merasa senang saat membunuh warga Gaza. Serta perintah tembak di tempat bagi siapa saja yang mendekati daerah yang dikenal sebagai Garis Kuning.

Ketiga tentara tersebut terlibat dalam operasi militer di berbagai lokasi di Gaza antara Oktober 2025 hingga Januari 2026 sebelum mereka dipulangkan dari tugas. Mereka menyatakan bahwa motivasi untuk berbicara kepada media muncul dari rasa kemarahan dan kesedihan atas apa yang mereka saksikan selama bertugas.

Para tentara menyoroti berbagai praktik di lapangan yang dianggap bertentangan dengan semangat gencatan senjata dan mengindikasikan adanya penargetan individu tanpa proses verifikasi identitas yang jelas. Dalam kesaksiannya, mereka menggambarkan hukum rimba di lapangan. Kekacauan dimana-mana. Tak ada aturan yang pasti. Hingga pembunuhan terhadap warga Gaza disebut hal yang biasa.

Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di Gaza dan Lebanon semakin memburuk. Konflik antara Israel dan Palestina serta Hizbullah terus berlanjut. Pembunuhan dan kekerasan terus terjadi, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Dunia internasional harus segera mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan dan mencari solusi yang adil dan damai untuk konflik ini.

Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa genosida ‘Israel’ di Gaza dan kekerasan di Lebanon telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan. Tentara Zionis mengalami keterpurukan moril karena kesaksian tentara cadangan Israel yang membuka tabir kejahatan tentara zionis. Dunia internasional harus segera mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan dan mencari solusi yang adil dan damai untuk konflik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *