Internasional

Kapal Tanker Arab Saudi Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

×

Kapal Tanker Arab Saudi Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

Share this article
Kapal Tanker Arab Saudi Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak
Kapal Tanker Arab Saudi Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Agustus 2026 | Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah kapal tanker minyak milik perusahaan energi Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi Oil National Company (ADNOC), diserang oleh Iran. Serangan ini memicu kecaman dari UEA dan membuat harga minyak dunia melonjak.

Menurut laporan, serangan terhadap kapal tanker ADNOC terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, namun semua awak kapal telah dievakuasi. Pemerintah UEA menyatakan bahwa situasi saat ini sudah aman dan terkendali.

Kementerian Luar Negeri UEA mengecam keras serangan Iran terhadap kapal tanker ADNOC, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan kebebasan berlayar di perairan internasional. UEA juga menuduh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah melakukan upaya pembajakan dengan tujuan membajak kapal dan awaknya.

Serangan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Iran terhadap kapal tanker ADNOC. Sejak perang dengan AS dan Israel pada 28 Februari lalu, sudah ada sekitar 15 kapal tanker ADNOC yang diserang oleh IRGC, dengan satu awak tewas dan 20 lainnya terluka.

UEA mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di sana, karena aksi tersebut mengganggu kegiatan ekspor minyak dari Timur Tengah ke pasar global. Namun, Iran menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada keputusan Iran dan hasil negosiasi lanjutan dengan AS.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang sebelumnya menjadi rute sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia. Penutupan selat ini telah membuat sejumlah negara sekutu resah dan mendorong kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak Brent dan WTI naik akibat ketidakpastian pembukaan kembali jalur Selat Hormuz, dengan kontrak berjangka Brent menguat 1,44 persen menjadi 84,79 dolar AS per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) naik 1,08 persen ke level 79,29 dolar AS per barel.

Kondisi ini membuat perusahaan pelayaran enggan memobilisasi armada mereka dalam waktu dekat, serta menyebabkan rantai pasok minyak mentah dunia berada dalam bayang-bayang ketidakpastian jangka panjang. Proses pemulihan aktivitas pelayaran yang aman dan normal diperkirakan membutuhkan waktu mingguan hingga bulanan meskipun kesepakatan politik tercapai.

Kesimpulan dari kondisi ini adalah bahwa situasi di Selat Hormuz masih sangat tidak stabil dan memerlukan penyelesaian yang cepat dan efektif untuk menghindari kenaikan harga minyak dunia dan gangguan terhadap ekspor minyak dari Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *