Internasional

Iran Siap Berdiplomasi atau Lanjut Perang, AS Diminta Tentukan Sikap

×

Iran Siap Berdiplomasi atau Lanjut Perang, AS Diminta Tentukan Sikap

Share this article
Iran Siap Berdiplomasi atau Lanjut Perang, AS Diminta Tentukan Sikap
Iran Siap Berdiplomasi atau Lanjut Perang, AS Diminta Tentukan Sikap

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Juni 2026 | Iran menyatakan kesediaannya untuk berdiplomasi atau melanjutkan perang dengan Amerika Serikat (AS). Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan AS sampai hak-hak rakyat Iran sepenuhnya dijamin.

Ia juga menegaskan bahwa tim negosiasi Iran tidak menaruh kepercayaan pada janji maupun pernyataan yang disampaikan pihak lawan. "Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah dijunjung tinggi," kata Ghalibaf dalam video yang disiarkan televisi pemerintah Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung antara Teheran dan Washington untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026. Meski komunikasi antara kedua negara terus berlanjut, sejumlah isu penting masih menjadi perdebatan.

Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan proposal baru kepada Iran, yang disebut memuat persyaratan yang lebih ketat dibandingkan usulan sebelumnya. Bagi Iran, pencabutan sanksi ekonomi dan pembebasan aset negara yang dibekukan di luar negeri merupakan tuntutan utama yang harus dipenuhi dalam kesepakatan apa pun dengan Washington.

Selain itu, Teheran juga bersikeras mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia. Iran memandang pengawasan terhadap lalu lintas di selat tersebut sebagai bagian dari hak kedaulatannya.

Di tengah negosiasi yang masih berlangsung, Washington menegaskan bahwa sejumlah syarat tidak dapat ditawar. Trump menyatakan bahwa prioritas utama AS adalah memastikan Iran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir. Selain itu, Washington juga menginginkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas internasional.

"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang menguntungkan Amerika dan memenuhi batasan-batasan yang telah ia tetapkan," kata seorang pejabat Gedung Putih. "Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tambahnya.

Meski Gedung Putih memberi sinyal bahwa Trump semakin dekat untuk mengambil keputusan terkait rancangan kesepakatan yang sedang dibahas, pemerintah Iran membantah bahwa kesepakatan final telah tercapai.

Konflik antara Iran dan AS telah berlangsung selama beberapa bulan, dengan ketegangan yang semakin meningkat. Kedua negara harus segera menentukan sikap mereka untuk mengakhiri konflik ini dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *