Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Mei 2026 | Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping baru-baru ini mengadakan pertemuan di Beijing untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai isu, termasuk kerja sama militer dan ekonomi.
Menurut laporan intelijen Eropa, sekitar 600 tentara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menjalani pelatihan rahasia di pangkalan militer Rusia tahun lalu untuk mempelajari pertempuran lapis baja, penempatan artileri, dan pertahanan udara. Ini menunjukkan bahwa kerja sama militer antara Rusia dan China semakin erat.
Selain itu, Rusia dan China juga sepakat memperpanjang kebijakan bebas visa bagi warga negara masing-masing hingga 31 Desember 2027. Kebijakan ini pertama kali diterapkan pada 2025 dan memberikan fasilitas bebas visa bagi pelancong individu pemegang paspor biasa.
Putin menyatakan bahwa hubungan antara Rusia dan China telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, seiring dengan peningkatan signifikan perdagangan bilateral yang disebutnya naik lebih dari 30 kali lipat dalam 25 tahun terakhir.
Xi Jinping juga menyatakan bahwa hubungan antara Rusia dan China berjalan sesuai tuntutan zaman dan bahwa mereka akan terus melangkah maju dengan stabil, percaya diri, dan tanpa henti untuk mencapai tingkat baru yang lebih tinggi.
Kedua negara juga menyatakan keberatan terhadap peningkatan penempatan militer dan tekanan strategis di kawasan Arktik yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutunya. Mereka menegaskan pentingnya melindungi kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara Arktik.
Dalam kesimpulan, hubungan antara Rusia dan China memasuki era baru dengan kerja sama militer dan ekonomi yang meningkat. Kedua negara sepakat memperkuat hubungan bilateral dan melindungi kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara Arktik.











