BERITA

Harga Sawit Naik, Petani Swadaya Lega Setelah Harga TBS Sawit Meningkat

×

Harga Sawit Naik, Petani Swadaya Lega Setelah Harga TBS Sawit Meningkat

Share this article
Harga Sawit Naik, Petani Swadaya Lega Setelah Harga TBS Sawit Meningkat
Harga Sawit Naik, Petani Swadaya Lega Setelah Harga TBS Sawit Meningkat

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Juni 2026 | Harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani swadaya di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat naik menjadi Rp2.890 per kilogram. Ini merupakan kabar baik bagi petani sawit setelah sebelumnya harga sawit sempat anjlok. Naiknya harga sawit ini disambut dengan lega oleh para petani sawit di daerah tersebut.

Menurut salah seorang petani sawit, harga sawit kembali membaik dalam beberapa hari terakhir ini. Ia mengatakan bahwa dirinya kembali melakukan panen setelah hampir satu pekan sengaja menunda memanen buah sawit karena harga yang rendah.

Sebelumnya, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meminta perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) segera menstabilkan harga TBS sawit karena berdasarkan penetapan pembelian TBS Sumbar dan acuan CPO dunia tidak ada penurunan. Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat implementasi Permentan Nomor 13 Tahun 2024 mengenai tata kelola penetapan harga TBS bagi petani plasma maupun swadaya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan terhadap pembelian TBS kelapa sawit setelah menemukan masih banyak pabrik kelapa sawit (PKS) membeli buah sawit petani di bawah harga acuan daerah. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan, hasil pemantauan Kementan menemukan sedikitnya 139 PKS belum sepenuhnya menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral, Wakil Menteri Pertanian meminta seluruh pelaku industri sawit tetap menjalankan transaksi perdagangan secara normal dengan mengacu pada harga yang terbentuk secara wajar. Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan tata niaga sawit.

Di tengah sorotan terhadap ratusan PKS swasta tersebut, sub holding PTPN III (Persero) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memastikan aktivitas pembelian TBS dari masyarakat tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan hingga April 2026 perusahaan telah menyerap sekitar 1,03 juta ton TBS dari masyarakat dan mitra.

Keberlanjutan serapan TBS menjadi faktor penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat di sentra-sentra perkebunan sawit. Peningkatan volume serapan ini berjalan beriringan dengan penerapan standar mutu yang jelas. Hingga April 2026, perolehan rendemen CPO PTPN IV PalmCo terjaga di angka 18,69 persen.

Kementerian Pertanian juga memperkuat pengawasan terhadap pembelian TBS kelapa sawit dengan memperketat pengawasan terhadap PKS yang membeli buah sawit petani di bawah harga acuan daerah. Dengan demikian, diharapkan harga sawit dapat stabil dan petani sawit dapat memperoleh harga yang layak untuk hasil panennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *