Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Agustus 2026 | Forest City di Malaysia, sebuah proyek ambisius yang dikembangkan oleh pengembang China, awalnya dipromosikan sebagai “surga impian bagi seluruh umat manusia”. Proyek senilai $100 miliar ini ditargetkan untuk menjadi rumah bagi sekitar 700.000 penduduk. Namun, satu dekade setelah peluncurannya, Forest City kini menjadi sebuah kota hantu dengan hanya sekitar 1% dari target penduduk yang menghuninya.
Saat ini, Forest City telah menjadi sarang bagi sindikat penipuan. Pada pertengahan Juli 2026, polisi Malaysia menemukan lokasi dugaan operasi sindikat mata uang kripto yang menjalankan penipuan investasi dan penipuan percintaan yang menargetkan korban di luar negeri. Sebanyak 335 orang ditangkap dari 32 lokasi di kompleks apartemen ini.
Menurut seorang penghuni sekaligus sales properti Forest City, Kevin, Forest City kini hanya ditinggali sekitar 5.000 orang. Jumlah penduduk yang ada di sana saat ini diperkirakan hanya 1 persen dari jumlah unit yang tersedia. Kevin juga mengatakan bahwa para penipu masih beroperasi di kondominium dan apartemen berlayanan di kompleks tersebut.
Forest City awalnya dikembangkan sebagai sebuah zona keuangan khusus yang dapat menampung sekitar 700.000 penduduk. Namun, proyek ini telah terkendala karena dugaan adanya indikasi perusakan lingkungan yang dituduhkan oleh pemerintah setempat. Meskipun masalah tersebut dapat diatasi, Forest City tetap memasarkan unit sebagai pusat investasi properti, inovasi teknologi, dan usaha bebas pajak yang sedang berkembang pesat.
Dengan kondisi yang sepi dan infrastruktur yang modern, Forest City telah menjadi lokasi yang ideal bagi sindikat penipuan untuk beroperasi. Analis TRM Labs yang menyelidiki kejahatan yang difasilitasi oleh kripto, John Wojcik, mengatakan bahwa Forest City mencerminkan kondisi yang menjadi target kejahatan terorganisir selama bertahun-tahun.
Di dalam apartemen yang kosong, permukaan meja dapur dan jendela tertutup lapisan debu. Jason Deng, investor berusia 56 tahun yang termasuk salah satu pembeli pertama di Forest City, mengatakan bahwa dia mengeluarkan “banyak uang” untuk membeli lima properti. Namun, dia sekarang menyadari bahwa Forest City tidak seperti yang diharapkan.
Kesimpulan, Forest City Malaysia yang awalnya diharapkan menjadi sebuah kota masa depan yang ramah lingkungan kini telah berubah menjadi sarang sindikat penipuan. Dengan kondisi yang sepi dan infrastruktur yang modern, Forest City telah menjadi lokasi yang ideal bagi sindikat penipuan untuk beroperasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan Forest City menjadi sebuah kota yang ramah dan aman bagi penduduknya.









