Daerah

Tragedi di Tabanan: Pemuda Tewas dalam Kecelakaan dengan Truk Dinas TNI, Kapendam Udayana Ungkap Fakta

×

Tragedi di Tabanan: Pemuda Tewas dalam Kecelakaan dengan Truk Dinas TNI, Kapendam Udayana Ungkap Fakta

Share this article
Tragedi di Tabanan: Pemuda Tewas dalam Kecelakaan dengan Truk Dinas TNI, Kapendam Udayana Ungkap Fakta
Tragedi di Tabanan: Pemuda Tewas dalam Kecelakaan dengan Truk Dinas TNI, Kapendam Udayana Ungkap Fakta

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Tabanan, Bali – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang menimpa truk dinas TNI pada sore hari Senin mengakibatkan seorang pemuda berusia 19 tahun kehilangan nyawanya. Kejadian tersebut terjadi di jalan Raya Kediri‑Baturiti, tepatnya pada pukul 15.30 WIB, ketika truk milik TNI Angkatan Darat yang sedang melakukan pengangkutan logistik militer menabrak sepeda motor yang dikendarai korban.

Korban, bernama I Gede Aditya Pratama, seorang mahasiswa aktif jurusan Teknik Sipil Universitas Udayana, sedang dalam perjalanan pulang ke kampus setelah mengikuti pelatihan praktik lapangan. Menurut saksi mata, truk dinas TNI tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memberi isyarat terlebih dahulu, sehingga menabrak motor I Gede dari samping kiri. Dampak tabrakan membuat korban terlempar beberapa meter, mengalami luka kepala yang parah, dan segera dinyatakan meninggal dunia di lokasi oleh tim medis paramedik yang dikerahkan.

Kapendam Udayana, Dr. Made Suparma, memberikan klarifikasi resmi di depan kantor rektorat pada hari berikutnya. Ia menyatakan bahwa pihak universitas telah menghubungi keluarga korban dan menyiapkan bantuan psikologis bagi mahasiswa yang terdampak. “Kami sangat berduka atas kehilangan seorang anak bangsa yang masih muda. Kami juga meminta pihak berwenang untuk menyelidiki penyebab utama kecelakaan ini, termasuk potensi kelalaian dalam pengoperasian truk dinas TNI,” ujar Dr. Suparma.

Menurut laporan awal dari Polres Tabanan, pengemudi truk, seorang prajurit bernama Sersan Mayor (pangkat) Agus Prasetyo, mengaku kehilangan kendali karena rem tidak berfungsi secara tiba‑tiba. Ia mengaku telah berusaha mengerem, namun sistem rem truk tidak responsif. Tim penyelidikan dari Polri, Basarnas, dan Biro Keamanan TNI kini tengah memeriksa kondisi teknis kendaraan serta catatan perawatan truk tersebut.

Pihak militer melalui Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa truk dinas yang terlibat telah menjalani pemeriksaan rutin sesuai prosedur. “Kami akan kooperatif penuh dalam proses investigasi. Jika terbukti ada kelalaian, kami siap menanggung konsekuensinya sesuai hukum yang berlaku,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Letnan Kolonel (purn) Irawan.

Warga sekitar lokasi kecelakaan menyatakan keprihatinan mereka terhadap keselamatan jalan raya yang berbagi antara kendaraan sipil dan militer. “Kami sering melihat kendaraan militer melintas dengan kecepatan tinggi tanpa mengindahkan lalu lintas. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak,” ujar Budi Santoso, warga setempat.

Sejumlah organisasi kemahasiswaan di Universitas Udayana mengadakan doa bersama pada Minggu, 23 April 2026, serta menuntut adanya regulasi yang lebih ketat terkait pergerakan kendaraan militer di kawasan perkotaan. Mereka juga menyerukan agar pemerintah daerah meningkatkan fasilitas penunjang keselamatan, seperti pemasangan rambu peringatan dan pembatas kecepatan di ruas jalan strategis.

Sementara itu, keluarga korban telah menerima dukungan psikologis dan materi dari pihak universitas serta bantuan darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali. Proses pemakaman I Gede Aditya Pratama akan dilaksanakan pada hari Rabu mendatang di Pemakaman Umum Tabanan.

Kecelakaan ini menambah daftar tragedi lalu lintas di Pulau Bali pada tahun 2026, menyoroti pentingnya koordinasi antara instansi militer dan sipil dalam menjaga keselamatan publik.

Investigasi lanjutan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kegagalan rem pada truk dinas TNI serta menilai apakah faktor kecepatan berlebihan turut berperan. Hasil temuan akan menjadi dasar rekomendasi perbaikan prosedur operasional kendaraan militer di wilayah perkotaan.

Dengan menunggu hasil resmi, masyarakat dan pihak terkait diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *