BERITA

Bandara Soekarno Hatta Jadi Bandara Tersibuk Kedua di Asia Tenggara, Berikut Ini Fakta Menarik Lainnya

×

Bandara Soekarno Hatta Jadi Bandara Tersibuk Kedua di Asia Tenggara, Berikut Ini Fakta Menarik Lainnya

Share this article

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Agustus 2026 | Bandara Soekarno Hatta kembali mencatatkan prestasi di tingkat Asia Tenggara. Berdasarkan laporan terbaru perusahaan analisis penerbangan OAG, bandara yang melayani Jakarta dan wilayah sekitarnya itu berhasil menduduki posisi sebagai bandara tersibuk kedua di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas kursi penerbangan pada Juli 2026.

Pencapaian ini membuat Soekarno Hatta menggeser Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, yang sebelumnya bertahan di posisi tersebut selama beberapa tahun. Laporan OAG mencatat Bandara Soekarno Hatta menyediakan sekitar 3,3 juta kursi penerbangan sepanjang Juli 2026.

Sementara itu, Bandara Changi Singapura masih menjadi bandara dengan kapasitas kursi penerbangan terbesar di Asia Tenggara, yakni sekitar 3,56 juta kursi. Sementara itu, KLIA turun ke peringkat ketiga setelah kapasitas kursinya mengalami penurunan sekitar 4,4 persen menjadi 3,15 juta kursi.

Di lain sisi, Palmeera Lounge di Bandara Soekarno-Hatta merenovasi fasilitasnya untuk menghadirkan layanan berkualitas hotel berbintang. Pengelola menyediakan area VIP eksklusif, layanan butler, serta makanan Indonesia guna meningkatkan kenyamanan tamu.

Perubahan tren ini semakin terasa seiring meningkatnya jumlah wisatawan dan jamaah umrah dari Indonesia. Banyak pelaku perjalanan kini mengutamakan kenyamanan, privasi, serta layanan yang lebih personal sebagai bagian dari pengalaman perjalanan secara keseluruhan.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menilai, kasus pilot asal Malaysia yang diduga menyelundupkan narkotika ke Indonesia harus menjadi peringatan bagi seluruh otoritas bandara untuk memperketat sistem pengawasan. Menurut Lasarus, meski narkotika berhasil dideteksi saat tiba di Indonesia, kasus tersebut menunjukkan bandara masih menjadi salah satu pintu masuk yang rawan dimanfaatkan jaringan penyelundupan narkoba.

Penangkapan tiga perempuan asal Malaysia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin (3/8/2026) menjadi kasus ketiga yang melibatkan warga Malaysia dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, aparat Indonesia lebih dulu menangkap seorang pilot Malaysia Airlines yang diduga membawa sekitar 25 kilogram narkoba, disusul seorang pria Malaysia berusia 22 tahun yang kedapatan membawa 990 gram sabu dan 1.089 butir ekstasi yang disembunyikan di balik korset.

Sementara itu, maskapai di Bandara Haneda, Tokyo, Jepang akan menerapkan batas waktu check-in bagasi yang lebih ketat untuk penerbangan domestik. Kebijakan baru ini diberlakukan sebagai upaya menjaga ketepatan waktu keberangkatan pesawat.

Kesimpulan dari berbagai peristiwa dan kejadian di bandara tersebut adalah bahwa bandara merupakan salah satu pintu masuk yang rawan dimanfaatkan jaringan penyelundupan narkoba. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat dan sistematis untuk mencegah kasus-kasus tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *