Ekonomi

Saham BBCA Anjlok, Ini Rekomendasi Saham yang Bisa Dicermati

×

Saham BBCA Anjlok, Ini Rekomendasi Saham yang Bisa Dicermati

Share this article
Saham BBCA Anjlok, Ini Rekomendasi Saham yang Bisa Dicermati
Saham BBCA Anjlok, Ini Rekomendasi Saham yang Bisa Dicermati

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Mei 2026 | Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan pada perdagangan saham Selasa (19/5/2026). Saham BBCA ditutup di level Rp 6.025 atau turun 1,63% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penurunan BBCA menjadi yang terdalam dibandingkan saham big banks lainnya. Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih mencatatkan kenaikan tipis.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan pergerakan saham big banks pada pekan ini masih akan dibayangi volatilitas tinggi. Menurut Nafan, tingginya volatilitas tersebut dipicu oleh pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dirilis pekan lalu.

Meski saham big banks tidak masuk dalam daftar emiten yang dikeluarkan dari indeks MSCI, pergerakan saham-saham tersebut dinilai tetap akan terkena dampak jangka pendek. Nafan merekomendasikan investor untuk melakukan aksi beli secara bertahap atau akumulasi secara selektif di tengah fluktuasi pasar yang masih tinggi.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan bahwa secara teknis, ketika jumlah single investor identification (SID) domestik melesat dan nilai rata-rata transaksi harian (RNTH) tumbuh tinggi di tengah net sell asing yang masif serta penurunan IHSG, mengindikasikan adanya akumulasi investor domestik yang menjadi penyerap utama dari aksi jual atau distribusi dana asing.

David menyarankan investor domestik melakukan tiga strategi investasi. Pertama adalah follow the money. Kedua adalah mengamankan likuiditas dengan menjaga porsi kas minimal 20–30% untuk bersiap melakukan buy on weakness saat pasar mulai berbalik arah atau rebound. Ketiga adalah strategi fokus pada sektor defensif.

David merekomendasikan saham-saham dengan fundamental yang kokoh. Dari sektor perbankan, David merekomendasikan BBCA dan BBRI yang memiliki permodalan kuat dan margin (NIM) yang sehat. Kedua nama ini menurutnya menjadi saham pertama yang diburu asing saat pasar rebound.

Sementara itu, harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berbalik arah melemah pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Selasa (19/5/2026). Koreksi saham BUMI terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan.

Mengutip data RTI, saham BUMI melemah 9,22% menjadi Rp 187 per saham. Harga saham BUMI dibuka naik dua poin menjadi Rp 208 per saham. Pada awal sesi perdagangan, saham BUMI sempat bergerak di zona hijau. Namun, saham BUMI berbalik arah ke zona merah.

Penurunan IHSG ini membuat investor khawatir tentang prospek saham di masa depan. Namun, analis tetap optimis bahwa saham-saham dengan fundamental yang kuat akan tetap menjadi pilihan yang baik bagi investor.

Kesimpulan, penurunan saham BBCA dan BUMI merupakan refleksi dari ketidakpastian pasar saat ini. Namun, dengan strategi investasi yang tepat dan fokus pada sektor defensif, investor masih bisa mendapatkan keuntungan dari saham-saham yangfundamentalnya kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *