Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Mei 2026 | Pada tanggal 16 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur. Museum ini didirikan untuk mengenang perjuangan buruh di era Orde Baru, khususnya perjuangan Marsinah, seorang buruh perempuan yang menjadi simbol perlawanan buruh.
Marsinah lahir pada tanggal 10 April 1969 di Desa Wisata Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. Ia menjadi buruh pabrik dan aktif dalam serikat pekerja. Pada tahun 1993, Marsinah ditemukan tewas di hutan, dan kematiannya menjadi simbol perjuangan buruh di Indonesia.
Museum Marsinah dan Rumah Singgah dibangun dengan biaya sebesar Rp3,8 miliar, yang berasal dari dana koperasi buruh. Museum ini berlokasi di desa kelahiran Marsinah, yaitu di Ngelundo, Kabupaten Nganjuk. Di museum ini, pengunjung dapat melihat koleksi pribadi Marsinah, seperti sepeda ontel, seragam pabrik, tas, dompet, ijazah sekolah, dan berbagai catatan perjuangan.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai Museum Marsinah dapat memperkuat daya tarik Desa Nglundo sebagai desa wisata berbasis sejarah dan budaya. Museum ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perjuangan buruh di Indonesia dan menjadi simbol perlawanan buruh.
Dengan dibukanya Museum Marsinah, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perjuangan buruh dan hak-hak pekerja. Museum ini juga diharapkan dapat menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang menarik bagi masyarakat.
Kesimpulan, Museum Marsinah dan Rumah Singgah merupakan simbol perjuangan buruh di era Orde Baru dan menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang menarik. Dengan dibukanya museum ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perjuangan buruh dan hak-hak pekerja.







