Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah, Ini Faktor Utama yang Mempengaruhinya

×

Kurs Rupiah Melemah, Ini Faktor Utama yang Mempengaruhinya

Share this article
Kurs Rupiah Melemah, Ini Faktor Utama yang Mempengaruhinya
Kurs Rupiah Melemah, Ini Faktor Utama yang Mempengaruhinya

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Mei 2026 | Kurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah pada perdagangan pagi ini, Rabu (13/5/2026). Pada pukul 09.49 WIB, rupiah melemah 13 poin atau 0,07 persen ke Rp17.515 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk penguatan dolar AS akibat inflasi tinggi di AS, rebalancing indeks MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia, serta kenaikan harga minyak dunia.

Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, pelemahan nilai tukar rupiah didorong oleh tiga faktor utama. Pertama, indeks dolar AS yang menguat usai data inflasi melampaui prediksi. Kedua, hasil pengumuman rebalancing indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menunjukkan sebanyak enam saham Indonesia terdepak dari Global Standard Index, dan sebanyak 13 saham terdepak dari Global Small Cap Index. Ketiga, harga minyak mentah dunia yang terus terkerek akan membebani rupiah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga membahas pengaruh melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi energi. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan pemerintah masih melihat perkembangan berikutnya ihwal pengaruh nilai tukar terhadap harga bahan bakar.

Sementara itu, rupiah Indonesia juga masuk dalam daftar 10 mata uang terlemah di dunia pada Mei 2026, menurut Forbes Advisor. Rupiah berada di posisi kelima, dengan nilai tukar sekitar Rp17.515 per dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menstabilkan pasar obligasi dengan menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) guna membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Namun, analis memprediksi rupiah masih berpotensi melemah di kisaran Rp17.450-Rp17.600 meski ada rencana intervensi pasar obligasi oleh pemerintah.

Di lain pihak, biaya perang Iran juga mempengaruhi nilai tukar rupiah. Amerika Serikat telah menghabiskan biaya hampir US$29 miliar (setara Rp507 triliun) untuk operasi militer melawan Iran. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran meletus sejak 28 Februari, yang memicu eskalasi yang hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dunia.

Kesimpulan, pelemahan kurs rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penguatan dolar AS, rebalancing indeks MSCI, dan kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah berusaha menstabilkan pasar obligasi untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Namun, analis memprediksi rupiah masih berpotensi melemah di kisaran Rp17.450-Rp17.600.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *