Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Mei 2026 | Konflik antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama beberapa tahun, dengan kedua belah pihak saling menuding dan melakukan serangan. Belakangan, harapan akan adanya gencatan senjata muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari. Namun, gencatan senjata tersebut berakhir dengan kegagalan, dan kedua belah pihak kembali melakukan serangan.
Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan bahwa perang di Ukraina akan berakhir, tetapi belum ada rencana konkret untuk mengakhiri konflik tersebut. Putin juga menyatakan bahwa ia hanya akan setuju untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di luar Rusia jika pertemuan itu disertai dengan penandatanganan perjanjian perdamaian final.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pasukannya telah sepenuhnya mematuhi aturan penghentian tembakan sejak awal Mei, tetapi mencatat adanya lebih dari 23 ribu pelanggaran yang dilakukan oleh militer Ukraina di seluruh zona operasi. Militer Rusia juga melaporkan bahwa wilayah Belgorod menjadi sasaran serangan 18 drone Ukraina yang menghantam fasilitas sipil dan melukai dua warga.
Di sisi lain, anak-anak Ukraina menjadi korban konflik tersebut. Sekitar 20.000 anak-anak Ukraina diculik dan kini berada di bawah pengawasan keluarga dan otoritas Rusia. PBB mengencamnya sebagai kejahatan perang. Ukraina berhasil melacak dan memulangkan 2.126 anak, tetapi masih banyak anak-anak yang belum ditemukan.
Konflik antara Rusia dan Ukraina telah menyebabkan kematian ratusan ribu orang dan memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka. Rusia telah berulang kali mendesak Ukraina untuk menarik diri dari kawasan Donbas timur yang masih dikuasainya sebagai prasyarat dari setiap kesepakatan perdamaian. Namun, Ukraina menolak permintaan tersebut.
Kesimpulan, konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung, dengan kedua belah pihak saling menuding dan melakukan serangan. Gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Trump berakhir dengan kegagalan, dan anak-anak Ukraina menjadi korban konflik tersebut. Perlu upaya diplomatik yang lebih serius untuk mengakhiri konflik ini dan mengembalikan perdamaian di wilayah tersebut.











