Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Mei 2026 | Universitas Telkom kembali membuka kesempatan bagi para akademisi dan praktisi unggul untuk bergabung sebagai tenaga pengajar tetap melalui program Rekrutmen Dosen Akademisi Tahun 2026. Lowongan ini terbuka untuk berbagai posisi di empat lokasi kampus utama, yakni Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Purwokerto. Pendaftaran dilakukan melalui tel-u.ac.id/rekrutdosen2026 dan akan ditutup pada 31 Mei 2026.
Rekrutmen kali ini tidak hanya menyasar lulusan magister (S2) atau doktoral (S3), tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa yang sedang menempuh studi akhir S3. Universitas Telkom membagi kategori pelamar ke dalam dua jalur utama: Dosen Full Time dan On Going S3.
Calon pelamar wajib memenuhi kualifikasi akademik dan administratif, seperti memiliki ijazah S1, S2, dan S3 yang linier dengan program studi tujuan, serta memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Pelamar juga harus tidak sedang terikat ikatan dinas dengan instansi atau institusi lain.
Di lain pihak, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan PT Telkom Indonesia memperkuat kolaborasi untuk mendukung program SDGs atau pembangunan berkelanjutan. Salah satu langkah yang dimulai yaitu PT Telkom Indonesia memberi kendaraan operasional satu unit Hiace di Lobby Timur FPIPS UPI.
Rektor UPI Prof Didi Sukyadi mengatakan kendaraan operasional yang diberikan PT Telkom Indonesia akan membantu meningkatkan efektivitas berbagai kegiatan universitas di lapangan. Kendaraan operasional Hiace akan dimanfaatkan untuk kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah terpencil, penanaman mangrove, hingga monitoring aktivitas mahasiswa di kampus daerah UPI.
Sementara itu, pemerintah akan mengadakan seleksi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) mengingat pada tahun 2027 sudah tidak ada lagi istilah guru honorer. Seleksi tersebut akan dilakukan secara adil dan berpihak pada kepentingan guru. Pemerintah masih menghitung kebutuhan guru di masa mendatang dan akan membuka rekrutmen untuk guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melarang sekolah dan Pemerintah Daerah (Pemda) merekrut guru honorer atau non-Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi tidak kunjung merekrut guru PNS untuk memenuhi kebutuhan riil guru di sekolah atau madrasah. Oleh karena itu, perlu dilakukan rekrutmen guru CPNS untuk memenuhi kebutuhan guru di masa mendatang.
Kesimpulan, Universitas Telkom membuka rekrutmen dosen dan kolaborasi untuk dukung program SDGs, serta pemerintah akan mengadakan seleksi guru ASN untuk memenuhi kebutuhan guru di masa mendatang. Hal ini menunjukkan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memenuhi kebutuhan guru di Indonesia.











