Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, melebihi prediksi para ekonom. Ia menyatakan bahwa stimulus pemerintah berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ini.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa Bond Stabilization Fund akan diaktifkan kembali untuk menjaga stabilitas obligasi negara dan mencegah tekanan modal asing yang memicu pelemahan nilai tukar Rupiah. Dana ini akan berasal dari Saldo Anggaran Lebih milik Pemerintah dan akan dikoordinasikan dengan Bank Indonesia serta lembaga di bawah Kementerian Keuangan.
Selain itu, Purbaya memuji performa ekonomi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menunjukkan tren positif dan dinilai mampu menciptakan iklim investasi yang semakin kuat. Ia juga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2026 mencapai 5,79 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, Purbaya juga mengakui bahwa ada kebobolan dalam anggaran pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan digunakan Kepala SPPG untuk operasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan bahwa sistem perangkat lunak di Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan yang butuh perbaikan sehingga pos anggaran tersebut tetap muncul.
Dalam kesimpulan, Purbaya Yudhi Sadewa terus berupaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setinggi mungkin. Ia juga terus memantau dan mengawasi semua anggaran, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk memastikan bahwa semua anggaran digunakan secara efektif dan efisien.









