Nasional

Inflasi Terkendali 2,42%: Kemendagri Puji TNI atas Peran Jaga Stabilitas Nasional

×

Inflasi Terkendali 2,42%: Kemendagri Puji TNI atas Peran Jaga Stabilitas Nasional

Share this article
Inflasi Terkendali 2,42%: Kemendagri Puji TNI atas Peran Jaga Stabilitas Nasional
Inflasi Terkendali 2,42%: Kemendagri Puji TNI atas Peran Jaga Stabilitas Nasional

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Mei 2026 | Jakarta, 5 Mei 2026 – Inflasi terkendali pada bulan April mencatat angka 2,42 persen secara year-on-year, sesuai dengan rentang target pemerintah 1,5‑3,5 persen. Angka ini menandakan keberhasilan bersama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan TNI dalam menjaga stabilitas harga serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Tomsi Tohir, Sekjen Kemendagri, menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari peran aktif TNI yang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda). Dalam rapat koordinasi hybrid yang digelar di Kantor Pusat Kemendagri, ia mengingatkan semua pihak untuk tidak berpuas diri dan terus memantau harga komoditas penting.

Berikut beberapa poin utama yang disampaikan dalam pertemuan:

  • Inflasi nasional April 2026 tercatat 2,42% y/y.
  • Target pemerintah tetap 1,5‑3,5%.
  • Daerah dengan inflasi di atas rata-rata nasional diminta melakukan tindakan cepat.
  • Kenaikan harga minyak goreng terdeteksi di 240 kabupaten/kota pada minggu kelima April, naik dari 224 kabupaten/kota minggu sebelumnya.
  • Komoditas yang menjadi fokus pengendalian antara lain minyak goreng, bawang merah, gula pasir, cabai merah, dan beras.

Tomsi menekankan, “Setiap kenaikan sekecil 100 rupiah pada komoditas yang diatur pemerintah harus segera ditindaklanjuti. Kewajiban kami adalah melindungi daya beli konsumen.” Ia juga menambahkan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) harus turun langsung ke lapangan, bukan sekadar hadir dalam rapat.

Sementara itu, TNI AD menegaskan peran strategisnya dalam memperkuat stabilitas nasional. Mayjen TNI Zainul Arifin, Pangdam XII/Tambun Bungai, mengungkapkan bahwa pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di setiap kabupaten akan meningkatkan perputaran uang dan menciptakan lapangan kerja. Setiap batalyon direncanakan menampung sekitar seribu personel dengan gaji minimal Rp5 juta, yang diharapkan dapat menstimulasi ekonomi lokal.

Contoh nyata sudah terlihat di Kalimantan Selatan, di mana Kodam Lambung Mangkurat sedang menyiapkan empat batalyon TP. Zainul mencontohkan keberhasilan Kodam Tambun Bungai di Palangkaraya yang berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah.

Sinergi antara Kemendagri, TNI, dan pemerintah daerah dipandang sebagai kunci utama dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Kebijakan pengendalian Harga Eceran Tertinggi (HET) dan koordinasi lintas sektoral memungkinkan respons cepat terhadap fluktuasi pasar.

Selain itu, data BPS menunjukkan bahwa wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta mencatat inflasi di bawah target, sementara beberapa daerah di Pulau Sumatra dan Sulawesi masih mengalami tekanan harga pada komoditas pokok. Pemerintah berencana menyalurkan bantuan sosial serta meningkatkan pasokan pangan untuk menurunkan beban konsumen.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, keberadaan batalyon TP diproyeksikan menghasilkan multiplier effect yang signifikan. Dengan gaji yang mengalir ke rumah tangga, permintaan barang dan jasa lokal akan meningkat, sehingga PDB daerah diharapkan naik secara berkelanjutan.

Kesimpulannya, pencapaian inflasi terkendali 2,42% pada April 2026 menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara Kemendagri, TNI, dan Pemda. Upaya bersama dalam mengendalikan harga komoditas, memperkuat sinergi keamanan‑ekonomi, serta memperluas jaringan batalyon pembangunan di seluruh kabupaten menjadi landasan bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *