BERITA

Flyover Bulak Kapal Dipercepat: Pemerintah Bekasi Respon Kecelakaan KRL Fatal

×

Flyover Bulak Kapal Dipercepat: Pemerintah Bekasi Respon Kecelakaan KRL Fatal

Share this article
Flyover Bulak Kapal Dipercepat: Pemerintah Bekasi Respon Kecelakaan KRL Fatal
Flyover Bulak Kapal Dipercepat: Pemerintah Bekasi Respon Kecelakaan KRL Fatal

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Mei 2026 | Pada Kamis, 30 April 2026, kecelakaan maut antara kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menewaskan sejumlah penumpang. Tragedi tersebut memicu reaksi cepat pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Bekasi, yang berjanji menutup semua perlintasan liar di sekitar kawasan Ampera, Bekasi Timur, dan mempercepat proyek infrastruktur strategis.

Wakil Wali Kota Bekasi, Haris Bobihoe, secara resmi mengumumkan rencana pembangunan Flyover Bulak Kapal senilai sekitar Rp250 miliar. Proyek ini ditujukan untuk menutup perlintasan tidak resmi yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan. Menurut Bobihoe, dalam radius 700 meter seharusnya hanya ada satu perlintasan resmi, namun kenyataannya terdapat tiga titik perlintasan yang dipakai masyarakat secara informal.

Flyover yang direncanakan akan menghubungkan Jalan Ampera dengan Jalan Raya Bekasi Timur, memungkinkan arus kendaraan mengalir tanpa harus melintasi rel kereta. Anggaran sebesar Rp250 miliar diperkirakan akan didukung oleh pemerintah pusat dengan kontribusi sekitar Rp200 miliar, sisanya ditanggung oleh Pemerintah Kota Bekasi. Koordinasi teknis dengan Kementerian Perhubungan sedang berlangsung, dan diharapkan konstruksi dapat dimulai sebelum akhir tahun ini.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan darurat. Dinas Perhubungan mengerahkan petugas yang berpatroli 24 jam di kedua sisi rel, dengan sistem pergantian setiap dua jam. Satuan Polisi Pamong Praja juga dilibatkan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintas saat kereta lewat. Berikut ini tiga langkah utama yang telah diimplementasikan:

  • Penempatan petugas lalu lintas di sisi kanan dan kiri rel secara bergilir.
  • Pengawasan intensif oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk menegakkan larangan melintas.
  • Pemasangan sistem peringatan suara berbasis sirene yang berbunyi sekitar 500 meter sebelum kereta melintas.

Penutup perlintasan liar sekaligus pengalihan arus kendaraan ke Flyover Bulak Kapal diharapkan dapat menurunkan risiko tabrakan antara kereta dan kendaraan bermotor. Kepala Dishub Bekasi, Zeno Bachtiar, menegaskan bahwa sirene akan memberikan waktu cukup bagi pengendara untuk berhenti, mengurangi potensi kecelakaan serupa di masa depan.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek keselamatan, tetapi juga pada peningkatan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Dengan menghilangkan hambatan di perlintasan, waktu tempuh kendaraan akan berkurang signifikan, mendukung aktivitas komersial dan memperlancar distribusi barang. Selain itu, flyover ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menanggapi kebutuhan warga pasca tragedi.

Secara keseluruhan, percepatan pembangunan Flyover Bulak Kapal mencerminkan respons proaktif Pemerintah Kota Bekasi terhadap permasalahan infrastruktur yang selama ini mengancam keselamatan publik. Diharapkan proyek selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pengguna jalan di kawasan Bekasi Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *