Ekonomi

Saham GOTO Cetak Laba Perdana, Target Analis Naik ke Rp110 – Peluang Investasi Menjanjikan

×

Saham GOTO Cetak Laba Perdana, Target Analis Naik ke Rp110 – Peluang Investasi Menjanjikan

Share this article
Saham GOTO Cetak Laba Perdana, Target Analis Naik ke Rp110 – Peluang Investasi Menjanjikan
Saham GOTO Cetak Laba Perdana, Target Analis Naik ke Rp110 – Peluang Investasi Menjanjikan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 April 2026 | Setelah menunggu lama, GOTO (ticker GOTO) berhasil mencetak laba bersih pertama pada kuartal I 2026. Laporan keuangan menunjukkan profit bersih sekitar Rp1,2 triliun, menandai perubahan signifikan dari kerugian tahun-tahun sebelumnya. Pencapaian ini meningkatkan kepercayaan investor, terutama mengingat volume perdagangan GOTO mencatat 23,44 juta saham pada sesi pertama perdagangan tanggal 30 April 2026, menempati posisi kedua setelah BBCA.

Analisis pasar mengindikasikan bahwa laba pertama ini menjadi katalis utama bagi penyesuaian target harga. Salah satu analis dari Phillip Sekuritas menurunkan target tahunan menjadi Rp110 per saham, naik dari perkiraan sebelumnya yang berada di kisaran Rp95-100. Dengan harga pasar saat ini berada di sekitar Rp92, potensi kenaikan sebesar 19,5% menjadi sangat menarik bagi pelaku pasar.

Data perdagangan hari itu juga menegaskan peran penting GOTO di tengah tekanan jual pada indeks utama. IHSG tercatat melemah 2,46% ke level 6.926,548, dipicu oleh penjualan massal saham-saham berkapitalisasi tinggi. Meski demikian, sektor teknologi dan e‑commerce, termasuk GOTO, tetap menunjukkan likuiditas tinggi. Volume GOTO 23,44 juta saham menandakan minat beli yang kuat, terutama dari investor ritel yang mencari peluang re‑rating di fase diskon pasar.

Berikut rangkuman volume perdagangan emiten teratas pada sesi I 30 April 2026:

Emiten Volume (juta saham)
BBCA 22,48
GOTO 23,44
TOOL 12,48
KOTA 26,96

Selain data volume, fundamental GOTO menunjukkan prospek pertumbuhan yang solid. Proyeksi laba bersih hingga 2028 diperkirakan meningkat secara tahunan sebesar 15‑20%, didorong oleh ekspansi layanan digital, peningkatan penetrasi pasar di segmen logistik, dan sinergi dengan unit bisnis lain dalam grup. Jika estimasi tersebut terpenuhi, valuasi PE (price‑to‑earnings) GOTO berpotensi menurun, memberikan ruang bagi investor untuk mendapatkan return yang lebih tinggi.

Para ahli juga menyoroti pentingnya penggunaan aplikasi perdagangan yang mendukung eksekusi cepat dan biaya rendah. Platform seperti Pluang menawarkan fitur 0% trading fee, akses ke lebih dari 950 saham IDX termasuk GOTO, serta alat analisis teknikal dan fundamental yang membantu investor mengidentifikasi titik masuk optimal. Dengan biaya transaksi yang kompetitif, margin keuntungan dari perdagangan GOTO dapat terjaga meski pasar berada dalam fase koreksi.

Namun, investor tetap harus memperhatikan risiko yang melekat pada saham teknologi. Fluktuasi nilai tukar, perubahan regulasi e‑commerce, serta persaingan ketat dari pemain global dapat mempengaruhi profitabilitas jangka pendek. Oleh karena itu, diversifikasi portofolio tetap menjadi strategi yang disarankan, menggabungkan saham blue‑chip seperti BBCA atau BBRI dengan saham pertumbuhan seperti GOTO.

Kesimpulannya, pencapaian laba pertama GOTO, dukungan volume perdagangan yang tinggi, serta target harga analis yang optimis menjadikan saham ini layak dipertimbangkan dalam strategi alokasi aset 2026. Dengan pemilihan platform trading yang tepat dan manajemen risiko yang bijak, investor dapat memanfaatkan potensi upside yang signifikan sebelum IHSG kembali stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *