Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 April 2026 | Sabtu (25/4/2026) sirkuit Jerez‑Angel Nieto menjadi saksi duel cepat di kelas Moto3 Serie Estrella Galicia 0,0 Grand Prix Spanyol. Maximo Quiles dari tim CFMOTO Gaviota Aspar Team mencatatkan waktu tercepat 1:44,070 detik, mengamankan pole position yang tak dapat dikejar oleh rivalnya, termasuk David Muñoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) yang harus puas di posisi dua.
Pole Quiles menandai dominasi pembalap tuan rumah, sementara di barisan tengah terjadi persaingan sengit dan sejumlah insiden. Adrian Fernández, yang sempat berpeluang meraih pole, jatuh pada akhir sesi dan terpaksa mengakhiri kualifikasi di posisi keenam. Posisi ketiga diisi oleh Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), diikuti Joel Kelso, David Almansa, Matteo Bertelle, dan rookie Hakim Danish.
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), menunjukkan performa menjanjikan. Ia berhasil menembus Q2 setelah finis kedua di sesi Q1, lalu sempat berada di antara enam besar pada Q2. Namun, pada lap penentuan, Veda melakukan kesalahan di sektor ketiga yang berujung pada high‑side. Crash tersebut menghilangkan peluang perbaikan grid, memaksa ia memulai balapan dari posisi ke‑17.
Walaupun mengalami kecelakaan, Veda tidak mengalami cedera serius dan tetap fokus pada balapan utama hari Minggu (26/4/2026) pukul 16.00 WIB. Strategi tim Honda Team Asia mengandalkan kombinasi ban Pirelli SC2‑SC1 (Medium‑Soft), berbeda dari mayoritas yang memakai SC2‑SC2. Pilihan ban soft di belakang memberikan traksi lebih baik pada akselerasi keluar tikungan, memungkinkan Veda mengeksekusi overtaking agresif sejak lap awal.
Start dari baris belakang, Veda langsung menembus posisi 14 pada lap pertama, menunjukkan keberanian dan kemampuan mengatur ruang di tengah kerumunan rider. Pada lap ke‑5, ia stabil di posisi 12‑13, lalu terus mengumpulkan momentum. Di antara lap ke‑10 hingga ke‑13, Veda berhasil menembus zona top‑5, bahkan sempat berada di posisi kelima pada lap ke‑13.
Perjuangan Veda tidak berhenti di situ. Pada lap ke‑15, ia menantang Alvaro Carpe untuk posisi kelima, namun Carpe merebut kembali pada lap terakhir, membuat Veda harus puas di posisi keenam. Meski demikian, finis P6 memberikan sepuluh poin penting bagi klasemen sementara Moto3 2026, menaikkan total poin Veda menjadi 37 dan menempatkannya di urutan keenam klasemen, hanya 53 poin di belakang pemimpin Maximo Quiles.
Dalam konferensi pers pasca balapan, Veda mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim dan pendukung: “Saya sangat bersyukur atas start yang baik dan kemampuan untuk tetap konsisten lap demi lap. Jika saya memulai dari posisi lebih depan, saya yakin bisa bersaing untuk podium.” Ia juga menekankan pentingnya manajemen ban, mengakui bahwa performa ban di akhir balapan menjadi faktor penentu.
Keberhasilan Veda di Jerez menjadi sorotan utama media olahraga nasional, menegaskan kebangkitan pembalap muda Indonesia di panggung internasional. Sementara Quiles, yang memimpin balapan dengan kecepatan stabil, berhasil mempertahankan posisi puncak hingga garis finis, menambah poin klasemen dan menegaskan dominasinya di seri Spanyol.
Statistik singkat Moto3 Grand Prix Jerez 2026:
- Pole Position: Maximo Quiles – 1:44,070
- Posisi Grid Veda Ega Pratama: P17
- Finis Veda Ega Pratama: P6 (10 poin)
- Poin Total Veda setelah Jerez: 37 poin (urutan 6)
- Poin Pemimpin Klasemen: Maximo Quiles – 90 poin (urutan 1)
Dengan hasil ini, harapan bagi Veda Ega Pratama semakin besar menjelang sisa kalender Moto3 2026. Penampilan agresif, strategi ban yang tepat, serta mental juara yang terbukti di Jerez menjadi contoh bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Kesimpulannya, drama crash di sesi kualifikasi tidak menghalangi Veda Ega Pratama untuk menorehkan comeback dramatis, beralih dari posisi 17 menjadi posisi 6, sekaligus menambah nilai poin penting bagi tim dan negara.











