Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Dedi Mulyadi, Bupati Bogor, mengumumkan pembangunan sekolah baru di Jonggol dengan nilai investasi Rp7,7 miliar yang sepenuhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Proyek ini diharapkan menjadi salah satu contoh konkrit upaya pemerintah daerah dalam mendukung agenda revitalisasi sekolah yang kini digencarkan secara nasional.
Bangunan sekolah yang direncanakan selesai pada akhir 2027 ini akan menampung lebih dari 1.200 siswa dari jenjang SD hingga SMP. Fasilitasnya meliputi ruang kelas berstandar internasional, laboratorium sains, ruang komputer, serta area olahraga lengkap. Semua fasilitas dirancang agar selaras dengan standar digitalisasi yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbud) dalam program revitalisasi dan digitalisasi sekolah.
Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menambah alokasi anggaran untuk program revitalisasi sekolah pada tahun anggaran 2026. Secara keseluruhan, APBN 2026 menyediakan Rp14 triliun untuk memperbaiki 11.744 satuan pendidikan, dan tambahan usulan anggaran mencapai lebih dari Rp76 triliun untuk menargetkan 60.000 sekolah di seluruh Indonesia. Fokus utama program ini adalah sekolah yang terdampak bencana, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), serta bangunan dengan kerusakan berat.
Berbagai langkah konkret telah disiapkan untuk mewujudkan target tersebut. Berikut ini beberapa prioritas utama yang diungkapkan oleh Menteri Abdul Mu’ti:
- Revitalisasi sekolah di daerah rawan bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Peningkatan fasilitas di wilayah 3T, termasuk penyediaan jaringan listrik dan internet stabil.
- Pembaruan infrastruktur fisik seperti atap, lantai, dan sanitasi yang layak.
- Digitalisasi melalui penambahan Interactive Flat Panel (IFP), dengan target satu IFP per satuan pendidikan pada 2025 dan dua hingga tiga IFP per satuan pada 2026.
Dalam konteks tersebut, pembangunan sekolah di Jonggol oleh Dedi Mulyadi dianggap selaras dengan kebijakan nasional. “Kami memanfaatkan APBD untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai bagi anak‑anak Jonggol, sekaligus mendukung agenda revitalisasi sekolah yang digalakkan pemerintah pusat,” ujar Dedi Mulyadi dalam sambutan resmi pada acara peresmian proyek tersebut.
Penggunaan dana APBD sebesar Rp7,7 miliar mencakup seluruh tahapan konstruksi, mulai dari perencanaan, pengadaan material, hingga penyelesaian instalasi teknologi digital. Sekolah baru ini akan dilengkapi dengan tiga IFP di setiap kelas, sesuai dengan standar yang ditetapkan Kemendikbud untuk tahun 2026. Selain itu, sistem pendingin ruangan dan pencahayaan LED hemat energi juga akan diimplementasikan guna mendukung keberlanjutan lingkungan.
Para guru dan tenaga kependidikan di Jonggol dipersiapkan melalui pelatihan intensif penggunaan IFP dan platform e‑learning. Hal ini sejalan dengan himbauan Menteri Abdul Mu’ti agar guru memaksimalkan pemanfaatan perangkat digital dalam proses belajar mengajar. “Kita tidak ingin teknologi hanya menjadi dekorasi semata. Guru harus aktif mengintegrasikan IFP dalam setiap mata pelajaran,” tegasnya.
Proyek ini juga mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Warga Jonggol menyambut baik pembangunan sekolah baru dengan antusias, menilai bahwa fasilitas modern akan meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda. “Anak‑anak kami akan belajar di lingkungan yang nyaman dan aman, serta terpapar teknologi terbaru,” kata salah satu orang tua siswa.
Secara keseluruhan, sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan inisiatif daerah seperti yang dilakukan Dedi Mulyadi menunjukkan komitmen kuat dalam memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Dengan alokasi anggaran yang signifikan, prioritas pada daerah terdampak bencana dan 3T, serta fokus pada digitalisasi, diharapkan revitalisasi sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, aman, dan berdaya saing.
Keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan APBD untuk pembangunan infrastruktur pendidikan, sekaligus memperkuat jaringan upaya revitalisasi sekolah nasional yang menargetkan puluhan ribu satuan pendidikan dalam beberapa tahun ke depan.











