BERITA

Indonesia Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Asia Tenggara

×

Indonesia Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Asia Tenggara

Share this article
Indonesia Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Asia Tenggara
Indonesia Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Asia Tenggara

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Juni 2026 | Indonesia telah menjadi sorotan internasional karena menjadi penyumbang emisi metana terbesar kedua di Asia Tenggara. Hal ini berdasarkan laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA) yang menyoroti pentingnya pengendalian emisi metana dalam upaya mengurangi pemanasan global.

Sektor pertanian, termasuk area persawahan, menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi metana di Indonesia. Selain itu, sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi, juga menghasilkan emisi metana dalam jumlah signifikan. Metana memiliki kemampuan memerangkap panas yang jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida, sehingga pengendaliannya sangat penting untuk mengurangi pemanasan global.

Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, juga menjadi sorotan karena menjadi penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia. Emisi metana dari Bantargebang bukan lagi sekadar persoalan lokal, melainkan isu yang berdampak lebih luas dan memerlukan penanganan serius.

Indonesia perlu menyusun regulasi yang mengatur manajemen pengurangan emisi gas rumah kaca metana di industri minyak dan gas. Pengurangan emisi metana pada industri migas di Indonesia masih bersifat sukarela, sehingga perlu ada upaya untuk mengatur kewajiban industri migas mengurangi metana.

Pemerintah Indonesia telah menandatangani Global Methane Pledge 2021 dengan target memangkas emisi metana sebesar 30 persen pada 2030. Namun, Indonesia belum memasukkan metana ke dalam dokumen iklim Nationally Determined Contribution (NDC) dan target net zero emission 2060.

Regulasi di Indonesia saat ini berfokus pada gas flaring atau suar lewat Permen ESDM 17/2021, dengan target zero routine flaring 2030. Industri migas dapat mengolah metana menjadi Liquefied Natural Gas (LNG), yang mana sekaligus mengurangi kebocoran emisi metana.

Untuk mengurangi emisi metana, perlu ada upaya yang serius dan terkoordinasi dari pemerintah, industri, dan masyarakat. Dengan mengurangi emisi metana, Indonesia dapat mengurangi pemanasan global dan memenuhi target yang telah ditetapkan.

Kesimpulan, pengendalian emisi metana sangat penting untuk mengurangi pemanasan global. Indonesia perlu menyusun regulasi yang mengatur manajemen pengurangan emisi metana di industri minyak dan gas, serta mengambil upaya yang serius untuk mengurangi emisi metana. Dengan demikian, Indonesia dapat memenuhi target yang telah ditetapkan dan mengurangi pemanasan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *