Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Agustus 2026 | Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, telah berhasil menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para peserta, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sumber Daya Manusia, Sefri Kurniadi, menyampaikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan MTQ ini. Menurutnya, kegiatan ini telah menjadi salah satu penyelenggaraan yang paling meriah dan tertata dalam beberapa tahun terakhir. Sefri juga menambahkan bahwa antusiasme masyarakat dan tamu undangan terlihat sejak pembukaan kegiatan MTQ, yang dihadiri lebih dari 2.500 orang.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menekankan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari jumlah gelar juara dan penghargaan yang dibawa pulang peserta. Menurutnya, MTQ memiliki makna lebih luas sebagai ruang untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, sekaligus mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) juga menerima penghargaan Anugerah Program Bisnis Terpuji untuk kategori Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kepulauan dalam ajang detikTimur Awards 2026. Penghargaan ini diterima atas kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar KIPP, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Dalam acara detikTimur Awards 2026, beberapa perusahaan lainnya juga menerima penghargaan untuk kategori-kategori lainnya, seperti PT Freeport Indonesia, PT Antam (Persero) Tbk, dan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Penghargaan-penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendorong pembangunan di kawasan Indonesia timur.
Kesimpulan dari acara MTQ ke-34 dan detikTimur Awards 2026 ini adalah bahwa Kabupaten Kayong Utara telah berhasil menyelenggarakan acara-acara yang sangat penting untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mendorong pembangunan di kawasan Indonesia timur. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat terus meningkatkan kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an, sekaligus mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.











