Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 April 2026 | Palembang kembali menjadi sorotan setelah Wali Kota Ratu Dewa menegaskan komitmen percepatan penanganan banjir melalui proyek perluasan kolam retensi dan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendung. Proyek yang direncanakan mulai awal Mei 2026 ini menargetkan tiga kecamatan rawan genangan: Ilir Timur I, Kemuning, dan Ilir Timur III.
Kolam Retensi Simpang Polda akan diperlebar dan diperdalam, sehingga kapasitas penampungan air hujan meningkat signifikan. Saat ini desain teknis rinci (Detailed Engineering Design) sedang disusun oleh Bappeda, sementara tahap lelang untuk penanganan DAS Bendung telah memasuki fase final. Integrasi dengan sistem pompanisasi di kawasan Sekip Bendung menjadi bagian penting; lima unit pompa yang sebelumnya hanya dua beroperasi diharapkan semua dapat berfungsi penuh, menyedot air dari tiga kecamatan terdampak.
Pendanaan proyek datang dari Kementerian Pekerjaan Umum, yang akan menyalurkan dana untuk memperlebar aliran sungai dan membangun infrastruktur pengendalian banjir terpadu. Selain itu, proses pembebasan lahan telah hampir selesai. Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Simpang Polda akan dipindahkan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk memberi ruang pada ekspansi kolam.
Wali Kota menekankan bahwa penanganan banjir bukan tugas tunggal pemerintah kota. Sinergi lintas sektor dengan pemerintah provinsi, pusat, serta lembaga teknis seperti Balai Jalan Nasional dan Balai Sungai sangat diperlukan. Ia juga mengajak legislatif daerah, media, dan masyarakat untuk berperan aktif, mengingat banyak kendala teknis seperti pelebaran drainase yang terhambat oleh jembatan jalan nasional.
Langkah Antisipasi untuk Rumah Rawan Banjir
Selain upaya struktural, warga di daerah rawan banjir perlu menyiapkan diri secara pribadi. Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:
- Sebelum hujan lebat: Periksa kondisi selokan, bersihkan sampah, dan pastikan pompa sumur dalam kondisi baik.
- Jika curah hujan tinggi: Pantau permukaan air di sekitar rumah, pindahkan barang berharga serta dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.
- Ketika air mulai masuk: Tutup pintu dan jendela dengan papan kayu atau plastik, matikan aliran listrik utama untuk menghindari korsleting.
- Setelah banjir surut: Lakukan sanitasi menyeluruh, periksa kerusakan struktural, dan laporkan kebutuhan bantuan kepada dinas terkait.
Langkah-langkah tersebut dapat meminimalisir kerugian materiil dan mengurangi risiko kesehatan bagi penghuni.
Proyek perluasan kolam retensi diharapkan menjadi titik balik bagi Palembang. Jika berhasil, kapasitas penampungan air hujan akan meningkat, pompa akan beroperasi optimal, dan wilayah yang selama ini sering terendam dapat kembali produktif. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada pemeliharaan rutin, koordinasi antar lembaga, serta partisipasi aktif warga.
Dengan dukungan anggaran nasional, penyelesaian pembebasan lahan, dan sosialisasi yang terus menerus, Pemerintah Kota Palembang optimis proyek ini akan selesai tepat waktu. Dampaknya diharapkan terasa dalam hitungan bulan, memberi rasa aman bagi ribuan keluarga yang selama ini hidup di bawah bayang-bayang banjir.







