Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan signifikan pada penutupan perdagangan saham Jumat, 17 Juli 2026, dengan lonjakan 1,10% menjadi 6.175,53. IHSG sudah menguat selama lima hari berturut-turut. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG menguat didorong oleh sejumlah faktor, termasuk nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat dan harga komoditas emas yang melemah.
Sementara itu, perusahaan penyedia indeks global MSCI Inc. telah memperbarui metodologi penyaringan saham yang mengalami lonjakan harga ekstrem atau Extreme Price Increase (EPI). Dalam pengumuman yang dirilis, MSCI memastikan saham yang mendapat penanda EPI dengan Foreign Inclusion Factor (FIF) sebesar 0,75 atau lebih tidak lagi dikenai penyaringan EPI.
MSCI tetap mempertahankan perlakuan lebih ketat terhadap saham EPI yang memiliki FIF di bawah 0,75. Untuk saham yang belum menjadi konstituen MSCI Investable Market Index (IMI), MSCI menegaskan saham tersebut tidak akan ditambahkan ke Standard Index, tetapi tetap dipertahankan dalam Market Investable Universe untuk dievaluasi kembali pada review indeks berikutnya.
Perubahan ini diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih besar bagi saham untuk masuk ke dalam indeks MSCI. Dengan perubahan ini, saham yang memiliki kapitalisasi pasar penuh di bawah 1,8 kali ambang batas ukuran kapitalisasi untuk MSCI Global Standard Index akan tetap dipertahankan sebagai konstituen MSCI Small Cap Index.
Kenaikan IHSG hari ini ditopang oleh kenaikan saham di sektor perbankan yang naik 2,34% secara sektoral. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak 4,02% ke Rp 6.475, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 3,85% ke Rp 2.970, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melesat 5,56% ke Rp 760, dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tumbuh 5,13% ke Rp 410.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan metodologi penyaringan saham oleh MSCI. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap IHSG dan memberikan peluang yang lebih besar bagi saham untuk masuk ke dalam indeks MSCI.
Kesimpulan, IHSG mengalami peningkatan signifikan pada penutupan perdagangan saham Jumat, 17 Juli 2026, dengan lonjakan 1,10% menjadi 6.175,53. Perubahan metodologi penyaringan saham oleh MSCI diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih besar bagi saham untuk masuk ke dalam indeks MSCI dan memberikan dampak positif terhadap IHSG.









