Ekonomi

IHSG Melompat ke Level 6.175, Sektor Keuangan Jadi Penopang

×

IHSG Melompat ke Level 6.175, Sektor Keuangan Jadi Penopang

Share this article
IHSG Melompat ke Level 6.175, Sektor Keuangan Jadi Penopang
IHSG Melompat ke Level 6.175, Sektor Keuangan Jadi Penopang

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (17/7/2026). IHSG melompat 1,10% ke level 6.175,53. Indeks saham LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 2,19%.

Mengutip data RTI, IHSG sudah menguat selama lima hari berturut-turut. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menuturkan bahwa IHSG menguat didorong oleh sejumlah faktor, termasuk nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan sektor saham keuangan yang memimpin kenaikan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan sebesar 0,23% menjadi Rp 17.915. Sementara itu, sektor saham keuangan naik 2,34%, diikuti oleh sektor saham consumer nonsiklikal yang naik 0,27%, sektor saham consumer siklikal yang naik 0,80%, dan sektor saham kesehatan yang melonjak 0,67%.

IHSG memulai perdagangan hari ini di level 6.079,31 dan mencapai level tertinggi 6.192,65. Sebanyak 349 saham menguat, 261 saham melemah, dan 187 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.024.037 kali dengan volume perdagangan saham 29,1 miliar saham.

IHSG juga mendapatkan dampak positif dari harga komoditas emas yang melemah. Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di kalangan investor. Dengan melemahnya harga emas, investor cenderung beralih ke instrumen investasi lain seperti saham.

Sementara itu, MSCI Inc. telah memperbarui metodologi penyaringan saham yang mengalami lonjakan harga ekstrem atau Extreme Price Increase (EPI), dan akan mulai diterapkan pada review Agustus 2026. Perubahan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas saham yang masuk dalam indeks MSCI.

Dalam beberapa tahun terakhir, IHSG telah mengalami beberapa krisis, termasuk Krisis Moneter 1998, Krisis Keuangan Global 2008, dan Pandemi Covid-19. Namun, IHSG telah berhasil pulih dari krisis-krisis tersebut dan terus menunjukkan tren kenaikan.

Krisis 1998 menjadi salah satu periode terkelam dalam sejarah pasar modal Indonesia. IHSG merosot ke level 256,8 pada 21 September 1998 dari posisi tertingginya di 740,8 pada 8 Juli 1997. Penurunan tersebut mencapai 65,3% dan terjadi di tengah krisis multidimensi yang salah satunya ditandai dengan kejatuhan nilai tukar rupiah hingga menembus sekitar Rp 15.000 per dolar AS.

IHSG membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk kembali menyentuh level tertinggi sebelum krisis. Indeks baru kembali mencapai level 752,93 pada 29 Januari 2004. Dengan demikian, IHSG telah menunjukkan kemampuan untuk pulih dari krisis dan terus menunjukkan tren kenaikan.

Kesimpulan, IHSG telah menunjukkan kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini, didorong oleh sektor saham keuangan dan nilai tukar rupiah yang menguat. Dengan perubahan metodologi penyaringan saham MSCI, diharapkan kualitas saham yang masuk dalam indeks MSCI dapat meningkat. IHSG juga telah menunjukkan kemampuan untuk pulih dari krisis dan terus menunjukkan tren kenaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *