Kesehatan

Penderita Hypermobile Ehlers-Danlos Syndrome Berbagi Pengalaman Hidup dengan Kesakitan Kronis

×

Penderita Hypermobile Ehlers-Danlos Syndrome Berbagi Pengalaman Hidup dengan Kesakitan Kronis

Share this article
Penderita Hypermobile Ehlers-Danlos Syndrome Berbagi Pengalaman Hidup dengan Kesakitan Kronis
Penderita Hypermobile Ehlers-Danlos Syndrome Berbagi Pengalaman Hidup dengan Kesakitan Kronis

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Juli 2026 | Pippa Barrett, seorang wanita berusia 31 tahun, mengalami gejala yang tak terjelaskan sejak usia dini. Ia mengeluhkan sakit pada persendian, kecemasan, dan depresi. Pippa bahkan harus meninggalkan sekolahnya karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Setelah berjuang selama 26 tahun, Pippa akhirnya didiagnosis dengan hypermobile Ehlers-Danlos syndrome (hEDS), sebuah gangguan jaringan ikat yang menyebabkan rasa sakit pada persendian. Ia menggambarkan hidupnya sebagai ‘mengenakan jaket kesakitan 24/7’ dan merasa seperti ‘cangkang dari dirinya sendiri’.

Pippa juga berbagi pengalaman tentang bagaimana ia mengalami kesulitan bernapas dan sakit kepala parah. Ia telah mencoba berbagai pengobatan untuk mengelola kondisinya, tetapi belum menemukan solusi yang efektif.

Sementara itu, perusahaan minyak Shell juga mengalami kesulitan dalam memasok bensin ke stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) mereka. Hal ini menyebabkan kekurangan bensin di beberapa daerah dan membuat konsumen beralih ke SPBU lain.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kesulitan Shell dalam memasok bensin. Ia menduga bahwa fluktuasi harga minyak dunia mungkin menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan bisnis Shell.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerintah. Pemerintah berjanji untuk tidak menghambat operasional bisnis Shell di Indonesia, tetapi juga meminta perusahaan untuk menjelaskan penyebab kesulitan mereka.

Bagi Pippa, kesakitan kronis yang dialaminya telah mengubah hidupnya secara signifikan. Ia berharap bahwa dengan berbagi pengalaman, ia dapat membantu orang lain yang mengalami kondisi serupa dan meningkatkan kesadaran tentang hypermobile Ehlers-Danlos syndrome.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *