Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Juli 2026 | Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meluncurkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3. DTSEN ini merupakan komitmen untuk memperkuat akurasi basis data penyaluran bantuan sosial. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa DTSEN sebagai pedoman untuk menyalurkan bantuan sosial makin akurat. Meskipun masih perlu dilakukan konsolidasi, khususnya dengan pemerintah daerah, agar data semakin sesuai dengan kenyataan.
DTSEN versi 3 ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial. Dengan demikian, bantuan sosial dapat tepat sasaran dan tidak terjadi kesalahan penyaluran. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa sinkronisasi dan koordinasi finalisasi penataan DTSEN versi 3 tahun 2026 telah terjadwal jatuh tempo pada awal bulan Juli ini.
Selain itu, Kementerian Sosial juga bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk melakukan rehabilitasi mangrove di pesisir Kalimantan. Rehabilitasi mangrove ini tidak hanya sekadar menanam bibit baru, tetapi juga melakukan pendekatan baru yang diperkenalkan melalui program Nature-Based Solutions for Climate-Smart Livelihoods in Mangrove Landscapes (NASCLIM). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan penghidupan masyarakat pesisir.
Di sisi lain, Yayasan Muslim Sinar Mas Land bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) untuk menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid se-Provinsi Banten 2026. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, pemahaman keislaman, serta kompetensi keimaman dalam memimpin dan membina jamaah.
Dalam kesimpulan, Kementerian Sosial Republik Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas penyaluran bantuan sosial dan melakukan rehabilitasi lingkungan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.











